<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Majelis Munajat &#187; Seputar Shalat</title>
	<atom:link href="http://majelismunajat.com/category/seputar-shalat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://majelismunajat.com</link>
	<description>Mengamalkan Tahajud, Dzikir dan Dhuha</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 16:39:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Sholat dan Manfaatnya bagi Kesehatan</title>
		<link>http://majelismunajat.com/2011/10/sholat-dan-manfaatnya-bagi-kesehatan/</link>
		<comments>http://majelismunajat.com/2011/10/sholat-dan-manfaatnya-bagi-kesehatan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Oct 2011 07:52:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MMOnline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar Shalat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majelismunajat.com/?p=377</guid>
		<description><![CDATA[Sholat sebagai tiang agama adalah ibadah yang paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Gerakan-gerakannya sudah melekat dengan gestur (gerakan khas tubuh) seorang muslim. Namun pernahkah terpikirkan manfaat masing-masing gerakan? Sudut pandang ilmiah menjadikan Sholat gudang obat bagi berbagai jenis penyakit. Mari kita bedah satu-persatu manfaatnya : 1. TAKBIRATUL IHRAM Postur : Berdiri tegak, mengangkat kedua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><center><script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "pub-6512084106742793";
/* 728x90, dibuat 08/07/28 */
google_ad_slot = "7719859324";
google_ad_width = 728;
google_ad_height = 90;
//-->
</script>
<script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
</script></center><p>Sholat sebagai tiang agama adalah ibadah yang paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Gerakan-gerakannya sudah melekat dengan gestur (gerakan khas tubuh) seorang muslim. Namun pernahkah terpikirkan manfaat masing-masing gerakan? Sudut pandang ilmiah menjadikan Sholat gudang obat bagi berbagai jenis penyakit. Mari kita bedah satu-persatu manfaatnya :</p>
<p><strong>1. TAKBIRATUL IHRAM</strong></p>
<p>Postur : Berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah.</p>
<p>Manfaat : Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.</p>
<p><strong>2. RUKUK</strong></p>
<p>Postur : Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.</p>
<p>Manfaat : Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah.Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.</p>
<p><strong>3. I’TIDAL</strong></p>
<p>Postur : Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga.</p>
<p>Manfaat : I’tidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.</p>
<p><strong>4. SUJUD</strong></p>
<p>Postur : Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai.</p>
<p>Manfaat : Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tumaâninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.</p>
<p><strong>5. DUDUK DIANTARA DUA SUJUD<br />
</strong><br />
Postur : Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.</p>
<p>Manfaat : Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostat) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan. dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iffirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.</p>
<p><strong>6. SALAM</strong></p>
<p>Postur : Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal.</p>
<p>Manfaat : Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah. BERIBADAH secara, kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi mempercantik diri wanita luar &#038; dalam.</p>
<p><strong>7. MANFAAT LAIN<br />
</strong><br />
<strong>a. Pacu Kecerdasan.<br />
</strong><br />
Gerakan sujud dalam salat tergolong unik. Falsafahnya adalah manusia menundukkan diri serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu sikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof Sholeh, gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggi-tingginya. Mengapa? Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan darah. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yamg memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan. Risetnya telah mendapat pengakuan dari Harvard Universitry, AS. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan masuk Islam setelah diam-diam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud.</p>
<p><strong>b. Perindah Postur.</strong></p>
<p>Gerakan-gerakan dalam salat mirip yoga atau peregangan (stretching). Intinya untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan salat dibandingkan gerakan lainnya adalah salat menggerakan anggota tubuh lebih banyak, termasuk jari kaki dan tangan.<br />
Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.</p>
<p><strong>c. Mudahkan Persalinan.<br />
</strong><br />
Masih dalam pose sujud, manfaat lain bisa dinikmati kaum hawa. Saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, otot-otot perut (rectus abdominis dan obliquus abdominis externuus) berkontraksi penuh. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama. Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila, otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta mempertahankan organ-’organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).</p>
<p><strong>d. Perbaiki Kesuburan.</strong></p>
<p>Setelah sujud adalah gerakan duduk. Dalam salat ada dua macam sikap duduk, yaitu duduk iftirosy (tahiyyat awal) dan duduk tawarruk (tahiyyat akhir). Yang terpenting adalah turut berkontraksinya otot-otot daerah perineum. Bagi wanita, inilah daerah paling terlindung karena terdapat tiga lubang, yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih.<br />
Saat duduk tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.</p>
<p><strong>e. Awet Muda.</strong></p>
<p>Pada dasarnya, seluruh gerakan salat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel-sel yang rusak dapat segera tergantikan. Regenerasi pun berlangsung lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar.<br />
Gerakan terakhir, yaitu salam dan menengok ke kiri dan kanan punya pengaruh besar pada kekencangan. kulit wajah. Gerakan ini tak ubahnya relaksasi wajah dan leher. Yang tak kalah pentingnya, gerakan ini menghindarkan wanita dari serangan migrain dan sakit kepala lainnya.</p>
<p>Sumber : permiip</p>
<!-- letsfxad_adsused_c= 2--><center><script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "pub-6512084106742793";
/* 728x90, dibuat 08/07/28 */
google_ad_slot = "7719859324";
google_ad_width = 728;
google_ad_height = 90;
//-->
</script>
<script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
</script></center><div class="shr-publisher-377"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majelismunajat.com/2011/10/sholat-dan-manfaatnya-bagi-kesehatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa &amp; Bagaimana Shalat Khusyu itu?</title>
		<link>http://majelismunajat.com/2011/09/apa-bagaimana-shalat-khusyu-itu/</link>
		<comments>http://majelismunajat.com/2011/09/apa-bagaimana-shalat-khusyu-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Sep 2011 15:21:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MMOnline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar Shalat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat khusyu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majelismunajat.com/?p=352</guid>
		<description><![CDATA[Al Qurthubi mengatakan bahwa khusyu adalah suasana didalam jiwa yang tertampakkan pada anggota tubuhnya berupa ketenangan dan ketundukan. Sedangkan Qatadah mengatakan bahwa khusyu didalam hati berupa rasa takut dan memejamkan mata ketika shalat. Diantara nash-nash yang berbicara tentang tuntutan khusyu didalam shalat ini : Alladziina hum fii shalaatihim khaasyi uun. Artinya, ”(yaitu) orang-orang yang khusyu&#8217; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p>Al Qurthubi mengatakan bahwa khusyu adalah suasana didalam jiwa yang tertampakkan pada anggota tubuhnya berupa ketenangan dan ketundukan. Sedangkan Qatadah mengatakan bahwa khusyu didalam hati berupa rasa takut dan memejamkan mata ketika shalat.</p>
<p>Diantara nash-nash yang berbicara tentang tuntutan khusyu didalam shalat ini :</p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>Alladziina hum fii shalaatihim khaasyi uun.</em></strong></p>
<p>Artinya, ”(yaitu) orang-orang yang khusyu&#8217; dalam sembahyangnya.” (QS. Al Mukminun : 2)</p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>Wasta&#8217;iinuu bishabri washalaati wa innaha lakabiiratun illa &#8216;alal khaasyi&#8217;iin</em></strong></p>
<p>Artinya : ”Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu&#8217;.” (QS. Al Baqoroh : 45)</p>
<p>Diantaranya pula, hadits ’Uqbah bin ’Amir bahwa dia mendengar Rasulullah saw bersabda,”Tidaklah seorang muslim berwudhu lalu membaguskan wudhunya kemudian berdiri melakukan shalat dua raka’at dengan ketundukan hati dan wajahnya kecuali wajib baginya surga.” (HR. Muslim)</p>
<p>Dari Utsman berkata,”Aku mendengar Rasulullah saw bersabda,”Tidaklah seorang muslim mendatangi shalat wajib lalu membaguskan wudhu, khsuyu dan ruku’nya kecuali ia menjadi pelebur dosa-dosanya yang lalu kecuali dosa besar. Dan itu berlaku sepanjang masa.” (HR. Muslim)</p>
<p>Sedangkan hukum khusyu itu sendiri adalah sunnah dari sunnah-sunnah shalat menurut jumhur ahli ilmu. Mereka menganggap sah orang yang didalam shalatnya memikirkan urusan-urusan duniawi selama dia tetap melakukan gerakan-gerakan shalatnya secara baik.</p>
<p>Oleh karena itu hendaklah setiap orang yang shalat memperhatikan perkara-perkara berikut agar khusyu didalam setiap shalatnya :</p>
<p>1. Tidak menghadirkan didalam hatinya kecuali segala sesuatu yang ada didalam shalat.</p>
<p>2. Menundukkan anggota tubuhnya dengan tidak memain-mainkan sesuatu dari anggota tubuhnya, seperti : jenggot atau sesuatu yang diluar anggota tubuhnya, seperti : meratakan selendang atau sorbannya. Hendaknya penampilan lahiriyahnya menampakkan keskhuyuan batiniyahnya.</p>
<p>3. Hendaklah merasakan bahwa dirinya tengah berdiri dihadapan Raja dari seluruh raja Yang Maha Mengetahui segala yang tersimpan dan tersembunyi.</p>
<p>4. Mentadabburi bacaan shalatnya karena hal itu dapat menyempurnakan kekhusyuan.</p>
<p>5. Mengosongkan hatinya dari segala kesibukan selain shalat karena hal itu dapat membantunya untuk khsusyu dan janganlah memperpanjang atau melebarkan pembicaaan didalam hatinya. (al Mausu’ah al Fiqhiyah juz II hal 6643)</p>
<p>Wallahu A’lam</p>
<p>Sumber: Era Muslim</p>
<!-- letsfxad_adsused_c= 4--><div class="shr-publisher-352"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majelismunajat.com/2011/09/apa-bagaimana-shalat-khusyu-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hitungan Matematis Lama Sholat dalam Hidup Kita</title>
		<link>http://majelismunajat.com/2010/06/hitungan-matematis-lama-sholat-dalam-hidup-kita/</link>
		<comments>http://majelismunajat.com/2010/06/hitungan-matematis-lama-sholat-dalam-hidup-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jun 2010 06:49:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MMOnline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar Shalat]]></category>
		<category><![CDATA[lama sholat]]></category>
		<category><![CDATA[matematika sholat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majelismunajat.com/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[Berapa lamakah kita sholat dalam sehari semalam? Jika setiap raka&#8217;at kita perkirakan dua menit, maka dalam sehari-semalam jumlahnya ada 34 menit. Artinya, dalam sehari hanya kita isi sebanyak 2,4 persen dari 1440 menit. Dalam satu minggu, berarti ada 238 menit atau 3,96 jam. Dalam satu bulan, lama sholat kita sebanyak 952 menit atau 15,86 jam. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><center><a href="http://majelismunajat.com/wp-content/uploads/2010/06/sholat-yukz1.jpg"><img src="http://majelismunajat.com/wp-content/uploads/2010/06/sholat-yukz1-300x215.jpg" alt="" title="sholat-yuk..." width="300" height="215" class="aligncenter size-medium wp-image-258" /></a></center></p>
<p>Berapa lamakah kita sholat dalam sehari semalam? Jika setiap raka&#8217;at kita perkirakan dua menit, maka dalam sehari-semalam jumlahnya ada 34 menit. Artinya, dalam sehari hanya kita isi sebanyak 2,4 persen dari 1440 menit. Dalam satu minggu, berarti ada 238 menit atau 3,96 jam. Dalam satu bulan, lama sholat kita sebanyak 952 menit atau 15,86 jam. Dan setahun, ada 11.424 menit atau 190,4 jam, yang berarti setara dengan 7,93 hari.</p>
<p>Jika rata-rata usia hidup manusia selama 60 tahun, dan dikurangi dengan 10 tahun masa awal akil baligh (dewasa), maka hanya 50 tahun seseorang melaksanakan sholat dalam hidupnya. Itu berarti, sepanjang hidupnya ia melaksanakan sholat fardlu selama 571.200 menit atau sekitar 9.520 jam, atau 396,7 hari (1,1 tahun).</p>
<p>Bisa dibayangkan, selama hidup, kita hanya butuh waktu untuk sholat fardhu selama 1,1 tahun, atau dalam satu tahun hanya 7,93 hari, atau dalam satu hari hanya 34 menit. Dari sini terlihat betapa jauhnya perbandingan ketaatan kita kepada Allah SWT dengan nikmat yang diberikan-Nya kepada kita dengan nikmat usia.</p>
<p>Maka, sangat disayangkan apabila ada orang yang tidak melaksanakan sholat karena alasan tidak ada waktu atau sibuk. Padahal, jika kita jujur terhadap diri sendiri, kita mampu berlama-lama bertelepon, nongkrong di depan komputer, jalan-jalan, nonton TV, dan lain sebagainya.</p>
<p>Ingatlah, Abu Zubair menceritakan bahwa dia mendengar Jabir bin Abdullah berkata, &#8221;Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, &#8216;Antara seseorang dengan kemusyrikan dan kekafiran itu terdapat perbuatan meninggalkan sholat&#8217;.&#8221; (HR Muslim).</p>
<p>Oleh karena itu, jangan pernah merasa puas dan berbangga diri dengan ibadah yang telah kita laksanakan. Sebab, bisa jadi ibadah kita, terutama sholat, tidak akan berarti apa-apa bila hal itu kita kerjakan dengan tidak ikhlas. Apalagi berharap surga. Allah menyindir orang yang demikian dengan pendusta agama. (QS Al-Maun [107]: 1-7).</p>
<p>Jadi, jangan hanya mengandalkan masuk surga dengan selembar tiket sholat fardhu. Silakan menjaring rahmat Allah dengan banyak beramal saleh. Berinfak, zakat, puasa, haji, akur dengan tetangga, menyambung silaturahim, mengurus keluarga, belajar, menyantuni anak yatim, tidak membuang sampah sembarangan, bahkan hanya tersenyum kepada teman pun termasuk amal shaleh. Wallahu a&#8217;lam.<br />
Sumber: Republika<br />
Oleh: Deden Zaenal Muttaqien</p>
<!-- letsfxad_adsused_c= 4--><div class="shr-publisher-256"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majelismunajat.com/2010/06/hitungan-matematis-lama-sholat-dalam-hidup-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kontribusi Gerakan Sholat bagi Kesehatan Tubuh</title>
		<link>http://majelismunajat.com/2009/11/kontribusi-gerakan-sholat-bagi-kesehatan-tubuh/</link>
		<comments>http://majelismunajat.com/2009/11/kontribusi-gerakan-sholat-bagi-kesehatan-tubuh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 09:12:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MMOnline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar Shalat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat dan kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majelismunajat.com/?p=220</guid>
		<description><![CDATA[Melaksanakan sholat sebagai salah satu rukun Islam bukan saja menjaga tegaknya agama tetapi secara medis sholat adalah gerakan paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Gerakan sholat memberi dampak yang sangat positif bagi kesehatan dan obat terhadap berbagai macam penyakit. Ibadah shalat merupakan ibadah yang paling tepat untuk metabolisme dan tekstur tubuh manusia. Setiap gerakan di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p>Melaksanakan sholat sebagai salah satu rukun Islam bukan saja menjaga tegaknya agama tetapi secara medis sholat adalah gerakan paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Gerakan sholat memberi dampak yang sangat positif bagi kesehatan dan obat terhadap berbagai macam penyakit. </p>
<p>Ibadah shalat merupakan ibadah yang paling tepat untuk metabolisme dan tekstur tubuh manusia. Setiap gerakan di dalam shalat mempunyai manfaat masing-masing. </p>
<p><strong>Takbiratul Ihram</strong></p>
<p><center><img src="http://majelismunajat.com/wp-content/uploads/2009/11/takbir.jpg" alt="takbir" title="takbir" width="320" height="269" class="alignnone size-full wp-image-221" /></center></p>
<p>Gerakan awal sholat dengan posisi tubuh berdiri tegak <em>(gambar 1)</em>, mengangkat kedua tangan sejajar telinga <em>(gambar 2)</em>, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah <em>(gambar 3)</em>. Gerakan ini bermanfaat untuk melancarkan aliran darah, getah bening (limfe), dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak menjadikan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. </p>
<p>Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang membuat aliran darah lancar dan kaya dengan oksigen. Kedua tangan yang didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah adalah sikap untuk menghindarkan diri dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.</p>
<p><strong>Ruku’</strong></p>
<p><center><img src="http://majelismunajat.com/wp-content/uploads/2009/11/rukuk-sujud.jpg" alt="rukuk sujud" title="rukuk sujud" width="320" height="278" class="alignnone size-full wp-image-222" /></center></p>
<p>Ruku’ <em>(gambar 4)</em> adalah gerakan membungkuk saat sholat. Gerakan ini bermanfaat untuk menjaga kesempurnaan posisi serta fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat saraf. Posisi jantung yang sejajar dengan otak saat membungkuk tersebut menjadikan aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut <em>(gambar 4)</em> berfungsi untuk merelaksasikan otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah sarana latihan bagi kemih sehingga gangguan prostate dapat dicegah.</p>
<p>Ruku’ yang sempurna ditandai dengan tulang belakang yang lurus <em>(gambar 4)</em> sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung, air tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang. </p>
<p><strong>I’tidal</strong></p>
<p>Gerakan bangun dari ruku’ dan tubuh kembali tegak <em>(belakang gambar 5)</em> setelah mengangkat kedua tangan setinggi telinga merupakan variasi dari postur setelah ruku’ dan sebelum sujud. Gerakan ini bermanfaat sebagai latihan yang baik bagi organ-organ pencernaan. Pada saat I’tidal dilakukan, organ-organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Hal ini memberi efek melancarkan pencernaan.</p>
<p><strong>Sujud</strong></p>
<p>Posisi sujud <em>(gambar 6 di atas)</em> yang menungging dengan meletakkan kedua tangan di lantai di sebelah kanan dan kiri telinga, dengan lutut, ujung kaki, dan dahi juga di atas lantai berguna untuk memompa getah bening ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir orang yang melakukan sholat. Oleh karena itu, sebaiknya sujud dilakukan dengan tuma’ninah, tidak tergesa-gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Posisi seperti ini menghindarkan seseorang dari gangguan wasir. </p>
<p>Khusus bagi wanita, baik ruku’ maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.</p>
<p>Gerakan sujud tergolong unik. Sujud memiliki falsafah bahwa manusia menundukkan diri serendah-rendahnya, Bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang di dalami Prof. Dr. Muhammad Soleh, gerakan ini mengantarkan manusia pada derajat setinggi-tingginya. Mengapa?</p>
<p>Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan oksigen. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tuma’ninah dan kontinu dapat memicu peningkatan kecerdasan seseorang.</p>
<p>Setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara normal. Darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak melainkan ketika seseorang sujud dalam sholat. Urat saraf tersebut memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini berarti, darah akan memasuki bagian urat tersebut mengikuti waktu shalat, sebagaimana yang telah diwajibkan dalam Islam.</p>
<p>Riset di atas telah mendapat pengakuan dari Harvard University, Amerika Serikat. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan diri masuk Islam setelah diam diam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud. </p>
<p>Di samping itu, gerakan-gerakan dalam shalat sekilas mirip gerakan yoga ataupun peregangan (stretching). Intinya, berguna untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan sholat dibandingkan gerakan lainnya adalah di dalam shalat kita lebih banyak menggerakkan anggota tubuh, termasuk jari-jari kaki dan tangan.</p>
<p>Sujud juga merupakan latihan kekuatan otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.</p>
<p>Masih dalam posisi sujud, manfaat lain yang bisa dinikmati kaum hawa adalah otot-otot perut (rectus abdominis dan obliqus abdominis externus) berkontraksi penuh saat pinggul serta pinggang terangkat melampaui kepala dan dada. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lebih lama yang membantu dalam proses persalinan. Karena di dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami, otot ini justru menjadi elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan dan mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).</p>
<p><strong>Duduk di antara sujud</strong></p>
<p><center><img src="http://majelismunajat.com/wp-content/uploads/2009/11/duduk-dua-sujud.jpg" alt="duduk dua sujud" title="duduk dua sujud" width="320" height="162" class="alignnone size-full wp-image-223" /></center></p>
<p>Setelah melakukan sujud, kita melakukan duduk <em>(gambar 7)</em>. Dalam shalat terdapat dua jenis duduk: iftirosy (tahiyat awal) dan tawaru’ (tahiyat akhir). Hal terpenting adalah turut berkontraksinya otot-otot daerah perineum. Bagi wanita, di daerah ini terdapat tiga liang yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih. Saat tawarru’, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.</p>
<p>Perbedaan duduk iftirosy (tahiyat awal) dan tawarru’ (tahiyat akhir) terletak pada posisi telapak kaki. Pada saat iftirosy, tubuh bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan saraf nervus Ischiadius. Posisi ini mampu menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. </p>
<p>Duduk tawarru’ sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (uretra), kelenjar kelamin pria (prostate) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan dengan benar, posisi seperti ini mampu mencegah impotensi. </p>
<p>Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy <em>(gambar .8)</em> dan tawarru’ <em>(gambar 10a)</em> menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.</p>
<p><strong>Salam</strong></p>
<p><center><img src="http://majelismunajat.com/wp-content/uploads/2009/11/duduk-akhir.jpg" alt="duduk akhir" title="duduk akhir" width="320" height="271" class="alignnone size-full wp-image-224" /></center></p>
<p>Salam adalah gerakan memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal <em>(gambar 11)</em>. Salam bermanfaat untuk merelaksasikan otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala sehingga mencegah sakit kepala serta menjaga kekencangan kulit wajah.</p>
<p>*sumber: <em>dari Madinatul&#8217;Ilmi dan dari berbagai sumber</em></p>
<!-- letsfxad_adsused_c= 4--><div class="shr-publisher-220"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majelismunajat.com/2009/11/kontribusi-gerakan-sholat-bagi-kesehatan-tubuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

