<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Majelis Munajat &#187; Seputar Do&#8217;a</title>
	<atom:link href="http://majelismunajat.com/category/seputar-doa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://majelismunajat.com</link>
	<description>Mengamalkan Tahajud, Dzikir dan Dhuha</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 16:39:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Bagaimana Cara agar Do&#8217;a Cepat Terkabul</title>
		<link>http://majelismunajat.com/2011/10/bagaimana-cara-agar-doa-cepat-terkabul/</link>
		<comments>http://majelismunajat.com/2011/10/bagaimana-cara-agar-doa-cepat-terkabul/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 16:18:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MMOnline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar Do'a]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majelismunajat.com/?p=380</guid>
		<description><![CDATA[Do&#8217;a merupakan inti ibadah dan berpahala besar. Tidak ada satu ibadah pun tanpa berdo&#8217;a. Do&#8217;a mempunyai kemampuan luar biasa yang tidak terjangkau oleh kemampuan akal dan usaha manusia. Dengan doa, perkara susah berubah menjadi mudah, orang benci menjadi senang, orang miskin menjadi kecukupan, dan sebagainya. Setiap muslim selalu membutuhkan do&#8217;a. Begitu juga manusia dalam kehidupan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><center><script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "pub-6512084106742793";
/* 728x90, dibuat 08/07/28 */
google_ad_slot = "7719859324";
google_ad_width = 728;
google_ad_height = 90;
//-->
</script>
<script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
</script></center><p>Do&#8217;a merupakan inti ibadah dan berpahala besar. Tidak ada satu ibadah pun tanpa berdo&#8217;a. Do&#8217;a mempunyai kemampuan luar biasa yang tidak terjangkau oleh kemampuan akal dan usaha manusia. Dengan doa, perkara susah berubah menjadi mudah, orang benci menjadi senang, orang miskin menjadi kecukupan, dan sebagainya. </p>
<p>Setiap muslim selalu membutuhkan do&#8217;a. Begitu juga manusia dalam kehidupan selalu membutuhkan sandaran untuk setiap keluh kesahnya dan tidak mungkin setiap usaha bisa berhasil tanpa berdo&#8217;a. Maka do&#8217;a adalah senjata andalan bagi setiap muslim. Tetapi tidak semua do&#8217;a bernilai ibadah dan pahala serta terkabulkan sebab terdapat kekeliruan, penghalang, dan kesalahan yang menjadi penyebab doa tersebut tertahan. Maka sangat perlu bagi setiap muslim mengetahui aturan, etika, syarat-syarat serta tata cara berdoa yang benar sesuai dengan syariat.</p>
<p><strong>I. Etika Berdoa</strong></p>
<li>
1. Ikhlas karena Allah semata<br />
2. Mengawalinya dengan pujian dan sanjungan kepada Allah, lalu diikuti dengan bacaan shalawat atas Rasulullah dan diakhiri dengan hal itu pula<br />
3. Bersungguh-sungguh dalam memanjatkan doa, serta yakin akan dikabulkan<br />
4. Mendesak dengan penuh kerendahan dalam berdoa dan tidak terburu-buru<br />
5. Menghadirkan hati dalam doa<br />
6. Memanjatkan doa baik dalam keadaan lapang maupun susah<br />
7. Tidak memohon kecuali hanya kepada Allah semata<br />
8. Tidak mendoakan keburukan kepada keluarga, harta, anak, dan diri sendiri<br />
9. Merendahkan suara dalam berdoa yaitu antara samar dan keras<br />
10. Mengakui dosa yang telah diperbuat, lalu memohon ampunan atasnya, serta mengakui nikmat yang telah diterima dan bersyukur kepada Allah atas nikmat tersebut<br />
11. Tidak membebani diri dalam membuat sajak dalam berdoa<br />
12. Tadharru&#8217; (merendahkan diri), khusyu&#8217;, raghbah (berharap untuk dikabulkan) dan rahbah (rasa takut untuk tidak dikabulkan)<br />
Sebagaimana firman Alah:<br />
&#8220;Maka Kami kabulkan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya, dan Kami jadikan istrinya (dapat mengandung). Sungguh, mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan, dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka orang-orang yang khusyu&#8217; kepada Kami.&#8221; (Al-Anbiya:90)</p>
<p>13. Mengembalikan (hak orang lain) yang dizhalimi disertai dengan taubat.<br />
14. Memanjatkan doa tiga kali.<br />
15. Menghadap kiblat.<br />
16. Mengangkat kedua tangan dalam berdoa.</li>
<p><strong>II. Cara mengangkat tangan dalam berdoa:</strong></p>
<li>
a. Ibnu Abbas berpendapat bahwa cara mengangkat tangan dalam berdoa adalah Kedua tangan diangkat hingga sejajar dengan kedua pundak, beristighfar dengan berisyarat satu jari. Adapun ibtihal (istighatsah) mengangkat kedua tangan tinggi-tinggi.</p>
<p>b. Imam al-Qasim bin Muhammad berkata:&#8221;Saya melihat Ibnu Umar berdoa di al-Qashi dengan mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan kedua pundaknya dan kedua telapak tangannya dihadapkan ke arah wajahnya.&#8221;</p>
<p>c. Adapun doa istisqa (minta hujan) mengangkat tangan tingi-tinggi dan mengarahkan punggung telapak tangan ke langit. Dari Anas bahwa beliau melihat Rasulullah berdoa saat istisqa dengan mengangkat tangan tinggi-tinggi, mengarahkan punggung telapak tangan ke langit, dan mengarahkan tangan sebelah dalam ke arah bumi hingga terlihat putih kedua ketiaknya.</li>
<p><strong>III. Tentang mengusap muka:</strong></p>
<p>Tidak ada satu hadits yang shahih tentang mengusap muka dengan kedua telapak tangan sesudah berdoa. Semua haditsnya sangat lemah dan tidak bisa dijadikan hujjah, jadi tidak boleh dijadikan alasan tentang bolehnya mengusap muka. Imam Nawawi berkata &#8221; Tidak ada Sunnahnya mengusap muka.&#8221; Dan Imam al-&#8217;Izz bin &#8216;Abdus Salam berkata:&#8221;Tidaklah (yang melakukan) mengusap muka melainkan orang yang bodoh.&#8221;</p>
<li>
17. Jika memungkinkan, Berwudhu terlebih dahulu sebelum berdoa.<br />
18. Tidak berlebih-lebihan dalam doa.<br />
19. Bertawassul kepada Allah dengan Nam-Nama-Nya yang Indah dan sifat-sifat-Nya yang Maha Tinggi atau dengan amal shalih yang pernah dikerjakannya atau dengan doa seorang shalih yang masih hidup dan berada di hadapannya<br />
20. Makanan dan minuman yang dikonsumsi serta pakaian yang dikenakan harus berasal dari usaha yang halal<br />
21. Tidak berdoa untuk suatu dosa atau memutuskan silaturrahim.<br />
22. Menjauhi segala bentuk kemaksiatan.<br />
23. Harus menegakkan amar ma&#8217;ruf nahi munkar<br />
24. Hendaklah orang yang berdoa memulai dengan mendoakan diri sendiri, jika dia hendak mendoakan orang lain.<br />
25. Berdoa dengan lafazh yang singkat.<br />
&#8220;Dari Aisyah dia berkata bahwasanya Rasulullah menyukai doa yang singkat lafazhnya dan padat maknanya dan meninggalkan doa selain itu.&#8221; (Abu Daud)</li>
<p><strong>IV. WAKTU, KEADAAN dan TEMPAT DIKABULKANNYA BERDOA</strong></p>
<p><strong>1. Malam Lailatul Qadar</strong><br />
&#8220;Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbitnya fajar.&#8221; (Al-Qadr:3-4)</p>
<p><strong>2. Pertengahan malam terakhir, ketika tinggal sepertiga malam yang terakhir</strong><br />
&#8220;Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa tersisa sepertiga malam akhir malam, lalu berfirman: Barangsiapa yang berdoa, maka akan Aku kabulkan, Barangsiapa yang memohon, pasti Aku akan perkenankan dan barangsiapa yang meminta ampun, pasti Aku mengampuninya.&#8221; (Bukhari)</p>
<p><strong>3. Duburush shalawaatil maktuubah (Usai shalat-shalat wajib)</strong><br />
Syaikh bin Baaz berkata:&#8221;Kata Duburush shalah bisa berarti akhir shalat, tetapi sebelum salam, juga bisa berarti sesudah salam (langsung). Banyak sekali hadits-hadits yang menunjukkan kepada dua pengertian itu. Namun kebanyakan hadits-hadits itu menunjukkan bahwa yang dimaksud adalah akhir shalat, tetapi sebelum salam, karena hal itu ada kaitannya dengan doa, (dan seterusnya).&#8221;</p>
<p><strong>4. Waktu antara adzan dan Iqamah</strong><br />
&#8220;Doa tidak akan ditolak antara adzan dan iqamah.&#8221; (Abu daud)</p>
<p><strong>5. Pada setiap kali setelah dikumandangkan adzan</strong><br />
<strong>6. Suatu waktu pada setiap malam hari</strong><br />
<strong>7. Pada saat turun hujan</strong><br />
&#8220;Dua doa yang tidak pernah ditolak: doa pada waktu adzan dan doa pada waktu hujan.&#8221; (Hakim)</p>
<p><strong>8. Pada saat jihad fi sabililah</strong><br />
&#8220;Ada dua doa yang tidak tertolak atau jarang tertolak: doa pada saat adzan dan doa tatkala perang berkecamuk.&#8221; (Abu Daud)</p>
<p><strong>9. Suatu saat pada hari Jumat</strong><br />
&#8220;Sesungguhnya pada hari jumat ada satu sat yang tidak bertepatan seorang hamba muslim shalat dan memohon sesuatu kebaikan kepada Allah melainkan akan diberikan kepadanya, beliau bersyarat dengan tangannya akan sedikitnya waktu tersebut.&#8221; (Bukhari)</p>
<p>Pendapat yang paling kuat berkenaan dengan masalah ini adalah bahwa suatu saat yang dimaksudkan adalah ba&#8217;da ashar di hari Jumat. Tetapi dimungkinkan juga bahwa yang dimaksudkan adalah waktu antara khutbah dan shalat.</p>
<p><strong>10. Ketika bersujud dalam shalat</strong><br />
&#8220;Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhlah berdoa sebab pada saat itu sangat tepat untuk dikabulkan.&#8221; (Muslim)</p>
<p><strong>11. Jika tidur dalam keadaan suci, lalu bangun pada alam hari, kemudian membaca doa yang ma&#8217;tsur</strong> (doa yang datang dari Rasulullah)<br />
&#8220;Tidaklah seseorang hamba tidur dalam keadan suci lalu terbangun pada malam hari kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia atau akhirat melainkan Allah akan mengabulkannya.&#8221; (Ibnu Majah)</p>
<p><strong>12. Pada saat memanjatkan doa</strong><br />
&#8220;Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minazh-zhalimiin.&#8221; (Al-Anbiya:87)</p>
<p><strong>13. Doa orang-orang setelah meninggalnya seseorang</strong> (ketika memejamkan mata si mayat yang baru saja meninggal dunia)<br />
&#8220;Dari Ummu Salamah bahwa Rasulullah mendatangi rumah Abu Salamah (pada hari wafatnya), dan beliau mendapatkan kedua mata Abu Salamah terbuka lalu beliau memejamkannya kemudian bersabda: &#8220;Sesungguhnya tatkala ruh dicabut, maka pandangan mata akan mengikutinya’. Beliau bersabda : ‘Janganlah kalian berdoa untuk diri kalian kecuali kebaikan, sebab para malaikat mengamini apa yang kamu ucapkan.&#8221; (Muslim)</p>
<p><strong>14. Ketika berdoa pada saat ditimpa musibah</strong><br />
Yaitu dengan membaca:<br />
&#8220;Inna lillahi wa inna ilaihi Raaji&#8217;un.Allahumma&#8217; jurnii fii mushibatii, wa akhliflii khairam minhaa&#8221;<br />
(Sesungguhnya kita adalah kepunyaan Allah dan kepada-Nya kita akan kembali. Ya Allah berilah ganjaran dalam musibahku ini dan berikanlah ganti kepadaku yang lebih baik darinya)</p>
<p><strong>15. Doa seorang muslim untuk saudaranya yang muslim tanpa sepengetahuannya</strong><br />
&#8220;Tidaklah seorang muslim beroa untuk saudaranya yang tidak dihadapannya, maka malaikat yang ditugaskan kepadanya berkata:&#8221;Amin, dan bagimu seperti yang kamu doakan.&#8221; (Muslim)</p>
<p><strong>16. Doa orang yang sedang berpuasa sampai berbuka</strong><br />
&#8220;Tiga doa yang tidak ditolak: doa orang tua terhadap anaknya, doa orang yang sedang puasa, dan doa seorang musafir.&#8221; (Baihaqi)</p>
<p><strong>17. Doa setelah berwudhu apabila berdoa dengan doa-doa Ma&#8217;tsur<br />
18. Doa pada bulan Ramadhan<br />
19. Di tempat berkumpulnya kaum muslimin di majelis-majelis ilmu<br />
20. Doa keburukan dari orang yang dizhalimi atas orang yang menzhalimi</strong><br />
&#8220;Takutlah kepada doa orang-orang yang teraniaya sebab tiada hijab antaranya dengan Allah (untuk mengabulkan).&#8221; (Muslim)</p>
<p><strong>21. Doa kebaikan atau keburukan dari orang tua atas anaknya dan doa seorang musafir</strong><br />
&#8220;Tiga orang yang doanya pasti terkabulkan: doa orang yang teraniaya, doa seorang musafir dan doa orang tua terhadap anaknya.&#8221; (Abu Dawud)</p>
<p><strong>22. Doa orang-orang yang benar-benar dalam keadaan terjepit</strong><br />
&#8220;Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada Tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingat-(Nya).&#8221; (An-Naml:62)</p>
<p><strong>23. Doa pemimpin yang adil<br />
24. Doa anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya<br />
25. Ketika minum air zam-zam dengan niat yang tulus<br />
26. Doa pada hari arafah di arafah</strong><br />
&#8220;Sebaik-baik doa adalah pada hari Arafah.&#8221; (tirmidzi)</p>
<p>27. Doa di Shafa<br />
28. Doa di Marwa<br />
29. Doa ketika di Muzdalifah<br />
30. Doa setelah melempar Jumrah Ash-Sughra<br />
31. Doa setelah melempar Jumrah Al-Wustha<br />
32. Doa di dalam Ka&#8217;bah dan orang yang mengerjakan shalat di dalam Hijr Ismail karena ia bagian dari Baitullah<br />
33. Doa di Multazam di pintu Ka&#8217;bah<br />
34. Doa orang yang sedang menunaikan Ibadah Haji<br />
35. Doa orang yang sedang menunaikan Ibadah Umrah<br />
36. Doa yang dipanjatkan setelah memanjatkan pujian dan sanjungan kepada Allah serta shalawat atas Nabi pada saat tasyahud akhir<br />
37. Ketika berdoa kepada Allah dengan menyebut nama-Nya yang agung yang mana jika kepada-Nya dipanjatkan doa dengan menyebut nama itu, niscaya Dia akan mengabulkannya dan jika Dia diminta dengan menyebut nama itu pula, niscaya Dia akan memberinya<br />
38. Doa orang yang banyak berdoa pada saat lapang dan bahagia<br />
&#8220;Barangsiapa yang ingin doanya terkabul pada saat sedih dan susah, maka hendaklah memperbanyak berdoa pada saat lapang.&#8221; (Tirmidzi)</p>
<p><strong>V. Penghalang terkabulnya doa</strong></p>
<li>1. Mengkonsumsi barang haram berupa makanan,minuman, pakaian dan hasil usaha yang haram<br />
&#8221; &#8230; Kemudian Nabi menceritakan seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu lalu menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berkata,&#8221;Ya Rabb&#8230;ya Rabb&#8230;&#8221; sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya dari yang haram, dicukupi dari yang haram, maka bagaimana mungkin dikabulkan doanya?&#8221; (Riwayat Muslim)</p>
<p><strong>2. Minta cepat terkabulnya doa yang akhirnya meninggalkan doa</strong><br />
&#8220;Dikabulkan doa seseorang dari kalian selama ia tidak terburu-buru, ia berkata:&#8217;Aku sudah berdoa tapi belum dikabulkan doaku&#8221; (Riwayat Bukhari-muslim)</p>
<p><strong>3. Melakukan maksiat dan apa yang diharamkan Allah</strong><br />
Bagaimana mungkin kita mengharapkan terkabulnya doa<br />
sedangkan kita sudah tertutup jalannya dengan dosa dan maksiat (Penyair)</p>
<p><strong>4. Meninggalkan kewajiban yang telah diwajibkan Allah seperti memutuskan silaturahmi</strong><br />
&#8220;Dari Hudzaifah dari Nabi:&#8217;Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, hendaklah kalian menyuruh yang ma&#8217;ruf dan mencegah yang mungkar atau (kalau kalian tidak kalian lakukan) maka pasti Allah akan menurunkan siksa kepada kalian, hingga kalian berdoa kepada-Nya, tetapi tidak dikabulkan.&#8221; (Tirmidzi)</p>
<p><strong>5. Tidak bersungguh-sungguh dalam berdoa</strong><br />
&#8220;Rasulullah bersabda&#8221; Apabila seseorang dari kamu berdoa dan memohon kepada Allah, janganlah ia mengucapkan:&#8217;Ya Allah ampunilah dosaku jika Engkau kehendaki, sayangilah aku jika Engkau kehendaki dan berikan rezeki jika engkau kehendaki.&#8217; Akan tetapi, ia harus bersungguh-sungguh dalam berdoa sesungguhnya Allah berbuat menurut apa yang Ia kehendaki dan tidak ada yang memaksanya.&#8221; (Bukhari)</p>
<p><strong>6. Lalai dan dikuasai hawa nafsu</strong><br />
&#8220;Berdoalah kalian kepada Allah dengan yakin akan dikabulkan, ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati lalai dan lengah.&#8221; (Tirmidzi)
</li>
<p>Referensi:<br />
Kesalahan dalam berdoa, Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih.<br />
Doa &#038; Dzikir Mengobati Guna-guna dan Sihir Menurut Al-Quran dan As-Sunnah, Yazid bin Abdul Qadir Jawas</p>
<!-- letsfxad_adsused_c= 2--><center><script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "pub-6512084106742793";
/* 728x90, dibuat 08/07/28 */
google_ad_slot = "7719859324";
google_ad_width = 728;
google_ad_height = 90;
//-->
</script>
<script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
</script></center><div class="shr-publisher-380"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majelismunajat.com/2011/10/bagaimana-cara-agar-doa-cepat-terkabul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Do&#8217;a Do&#8217;a Pilihan</title>
		<link>http://majelismunajat.com/2011/04/doa-doa-pilihan/</link>
		<comments>http://majelismunajat.com/2011/04/doa-doa-pilihan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Apr 2011 15:44:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MMOnline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar Do'a]]></category>
		<category><![CDATA[do'a pilihan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majelismunajat.com/?p=336</guid>
		<description><![CDATA[Do&#8217;a Mohon Keselamatan Rabbanaa la taj &#8216;alna fitnatalliqaumidholimiin wanajjiinaa birakhmatika minal qaumil kaafiriin Artinya: &#8220;Ya Tuhan, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zhalim, dan selamatkanlah kami dengan curahan rahmat-Mu dari tipu daya orang- orang yang kafir.&#8221; (Qs. Yunus: 85-86). Penjelasan: Doa ini dibaca oleh kelompok minoritas yang beriman kepada Nabi Musa a.s., [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div>
<div>
<div>
<div><strong>Do&#8217;a Mohon Keselamatan</strong></div>
<p style="text-align: center;"><img src="http://photos1.blogger.com/img/277/5702/320/001AlQuran2.jpg" border="0" alt="" /></p>
</div>
<p><strong><em>Rabbanaa la taj &#8216;alna fitnatalliqaumidholimiin wanajjiinaa birakhmatika minal qaumil kaafiriin</em></strong></p>
<p>Artinya:  &#8220;Ya Tuhan, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang  zhalim, dan selamatkanlah kami dengan curahan rahmat-Mu dari tipu daya  orang- orang yang kafir.&#8221; (Qs. Yunus: 85-86).</p>
<p>Penjelasan:<br />
Doa  ini dibaca oleh kelompok minoritas yang beriman kepada Nabi Musa a.s.,  setelah mereka menyaksikan kemukjizatannya dihadapan Fir&#8217;aun. Ketika  itu, kaum Nabi Musa as yang terdiri dari pemuda-pemuda dalam keadaan  takut, bahwa Fir&#8217;aun dan pemuka-pemukanya akan menyiksa mereka. Maka  pada waktu itu pula Nabi Musa as memerintahkan kepada kaumnya agar tidak  takut dan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah Swt., seraya berdoa  dengan lafazh doa diatas. Bisa dilihat dalam Surah Yunus ayat 83-86.</p>
<p><strong>Do&#8217;a Mohon Perlindungan</strong></p>
</div>
</div>
<div>
<div>
<div>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://photos1.blogger.com/img/277/5702/320/003AlQuran2.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p><strong><em>Rabbi inni a&#8217;uu dzubika an as alaka maa as alaka ma laesa lii bihii &#8216;ilm wa illa taghfirlii watarkhamnii akuunu minal khosiriin</em></strong></p>
<p>Artinya: &#8220;Ya Tuhanku, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari memohon  sesuatu yang aku tidak mengetahui hakikatnya. Dan sekiranya Engkau tidak  memberi ampunan serta tidak menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku  akan termasuk golongan orang-orang yang merugi.&#8221; (QS. H?d: 47).</p>
<p>Penjelasan:<br />
Doa  ini merupakan doanya Nabi Nuh a.s., yaitu ketika kaumnya termasuk  anaknya (kan&#8217;an) ikut dihancurkan oleh Allah Swt. melalui banjir besar.  Nabi Nuh a.s. perotes kepada Allah Swt., &#8220;kenapa anaknya (kan&#8217;an) ikut  dihancurkan padahal dia adalah bagian dari keluargaku, dan Engkau  sendiri berjanji akan menyelamatkan keluargaku dan menenggelamkan  kaumku.&#8221; (QS. Hud ayat 45).<br />
Kemudian Allah memberikan jawaban: &#8220;bahwa  dia (Kan&#8217;an) bukan termasuk keluargamu yang dijanjikan akan  diselamatkan, karena dia tidak shalih dan beriman kepada Allah. Padahal  yang akan diselamatkan dari banjir besar adalah mereka-mereka yang  beriman kepada Allah.(Hud ayat 46).<br />
Setelah diperingatkan Allah, Nabi  Nuh a.s. berdoa dengan lafazh doa diatas. Kemudian Allah mengabulkan  doanya. (QS. Hud ayat 48).</p>
<p><strong>Do&#8217;a Keluarga Maslakhah</strong></p>
</div>
<p style="text-align: center;">
</div>
</div>
<div>
<div>
<div>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://photos1.blogger.com/img/277/5702/320/005AlQuran2.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p><strong><em>Rabbij &#8216;alnii mukiimashalaati wamin dzurriyatii rabbanaa wataqabbal du&#8217;a', rabbanaaghfirlii waliwalidayya walil mukminiina yaumal khisaab</em></strong></p>
<p>Artinya:  &#8220;Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap  mendirikan shalat, ya Tuhan kami perkenankanlah doaku. Ya Tuhan kami  berikanlah ampunan kepadaku dan kepada kedua ibu bapakku dan sekalian  orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).&#8221; (QS.  Ibrahim: 41-42).</p>
<p>Penjelasan:<br />
Doa diatas baik sekali dibaca  dalam berbagai kesempatan, agar diri kita dan keluarga kita serta  turunan kita senantiasa taat dan rajin beribadah kepada Allah Swt.,  khususnya ibadah shalat yang telah diwajibkan.<br />
Dalam Al-Quran  dikisahkan, bahwa doa tersebut dibaca oleh Nabi Ibrahim a.s., ketika ia  baru saja memohon agar kota Mekkah dijadikan kota tentram, aman dan anak  turunannaya diselematkan dari menyembah berhala. Lebih detail tentang  kisah nabi ibrahim bisa dilihat dalam Al-Ouran Surah Ibrahim ayat 35-42.</p>
<p><strong>Do&#8217;a Mohon Tempat yang Baik</strong></p>
</div>
<p style="text-align: center;">
</div>
</div>
<div>
<div>
<div>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://photos1.blogger.com/img/277/5702/320/007AlQuran2.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p><strong><em>Rabbi adkhilni mudkhola shidqin wa akhrijnii mukhraja shidqin waj&#8217;alli milladunka sulthaanannashiiraa</em></strong></p>
<p>Artinya:  &#8220;Ya Tuhanku, masukkanlah aku secara masuk yang benar, dan keluarkanlah  pula aku secara keluar yang benar. Dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu  kekuasaan (pemimpin) yang menolong.&#8221; (Al-Isra&#8217;: 80).</p>
<p>Penjelasan:<br />
Doa  di atas dibaca bukan hanya dikhususkan ketika kita akan pergi. Tetapi  dalam berbagai keadaan yang sering kali berubah sangat dianjurkan untuk  dibacanya seperti akan melaksanakan pemilihan umum untuk memilih  pemimpin. Doa di atas dibaca agar kita mendapatkan pemimpin yang jujur  dan bijaksana. Baik juga doa di atas dibaca ketika kita akan  meninggalkan tempat yang kita huni (dunia), memohon agar ditempatkan  pada tempat yang layak setelah meninggal. Demikian Al-Qurthubi  menjelaskan dalam tafsirnya.</p>
<p><strong>Do&#8217;a Mohon diberi Kemudahan</strong></p>
</div>
</div>
</div>
<div>
<div>
<p style="text-align: center;"><img src="http://photos1.blogger.com/img/277/5702/320/009AlQuran2.jpg" border="0" alt="" /></p>
<div><strong><em>Rabbanaa aatinaa milladunka rakhmah, wa hayyi&#8217; lanaa min amrinaa rasyadaa</em></strong></div>
<div></div>
<div>Artinya:  &#8220;Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan  sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini.&#8221;  (QS. Al-Kahfi: 10).</div>
<div>
<p>Penjelasan:<br />
Doa diatas baik sekali dibaca  oleh para pejuang muda yang menegakkan agama Allah agar mendapatkan  keberhasilan dan kesuksesan. Karena doa tersebut adalah doa yang dibaca  pemuda Ashhab al-Kahfi, yakni sekelompok pemuda yang beriman kepada  Allah Swt. hingga mendapatkan petunjuk yang sempurna dari sisi-Nya. Doa  ini dibaca oleh mereka ketika akan masuk gua sebagai persembunyiannya  untuk menyelamatkan agama yang hak, agama yang mereka pegangi dari  fitnah-fitnah dan orang-orang zhalim. Dan Allah Swt. mengabulkan doa  mereka Kisah Ashhabu al-Kahfi dapat dibaca dalam Surah Al-Kahfi dari  ayat 9-26.</p>
<p><strong>Do&#8217;a Kelapangan Hati</strong></p>
</div>
</div>
</div>
<div>
<div>
<p style="text-align: center;"><img src="http://photos1.blogger.com/img/277/5702/320/011AlQuran2.jpg" border="0" alt="" /></p>
<div><strong><em>Rabbisy rakhlii shadrii wayassirlii amrii wakhlul &#8216;uqdatammillisaanii yafqahuu qaulii</em></strong></div>
<div></div>
<div>Artinya:  &#8220;Ya Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah segala urusanku, dan  lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.&#8221; (QS.  Thaha: 27)</div>
<div>
<p>Penjelasan:<br />
Doa di atas balk sekali dibaca ketika  menghadapi kezhaliman seseorang, kelompok, dan penguasa. Juga dibaca  agar mendapatkan kelancaran, kemudahan dalam berdakwah. Doa ini pula  yang sering dibaca oleh para mubaligh.<br />
Al-Quran mengisahkan, bahwa  doa tersebut dibaca oleh Nabi Musa a.s. ketika mendapat perintah dari  Allah Swt. agar menyampaikan risalah kepada Fir&#8217;aun. Dan akhirnya Allah  Swt. mengabulkan permintaan Nabi Musa a.s., bisa dilihat dalam Al-Quran  Surah Al-kahfi dari ayat 24-36.</p>
<p><strong>Do&#8217;a Mohon Jodoh dan Keturunan yang Baik</strong></p>
</div>
</div>
</div>
<div>
<div>
<div>
<p><img class="aligncenter" src="http://photos1.blogger.com/img/277/5702/320/013AlQuran2.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p><strong><em>Rabbi laa tadzarnii fardan wa anta khairul waa ritsiin</em></strong></p>
<p>Artinya:  &#8220;Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidupku seorang diri, dan  Engkaulah pewaris yang paling baik.&#8221; (QS. Al-Anbiyai&#8217;: 89).</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://photos1.blogger.com/img/277/5702/1024/015AlQuran2.jpg"><img class="aligncenter" src="http://photos1.blogger.com/img/277/5702/320/015AlQuran2.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p><strong><em>Rabbi hablii milladunka dzurriyyatan thayyibah, innaka sami &#8216;uddu&#8217;a</em></strong></p>
<p>Artinya: &#8220;Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sungguh Engkau Maha Pendengar doa.&#8221; (QS. Ali &#8216;Imron: 38).</p>
<p>Penjelasan:<br />
Doa  di atas baik sekali dibaca oleh orang-orang yang belum mempunyai  keturunan dan pasangan hidup. Juga baik sekali dibaca oleh setiap muslim  agar diberi keturunan yang shalih.<br />
Kedua ayat diatas merupakan  doanya Nabi Zakariya a.s. agar diberi keturunan sebagai pelenjut  perjuangannya menegakkan agama Allah. Kisah Nabi Zakaria bisa dilihat  dalam Al-Our&#8217;an Surah Al-Anbiya&#8217; ayat, 89-90; Ali-&#8217;Imron, 38-41.</p>
<p><strong>Do&#8217;a Mohon Terlepas dari Musibah</strong></p>
</div>
<p style="text-align: center;">
</div>
</div>
<div>
<div>
<p style="text-align: center;"><img src="http://photos1.blogger.com/img/277/5702/320/017AlQuran2.jpg" border="0" alt="" /></p>
<div><strong><em>Rabbi a&#8217;udzubika min hamadzatisysyayaathiin, wa a&#8217;u dzubika rabbi ayyakhdhuruun</em></strong></div>
<div></div>
<div>Artinya:  &#8220;Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan. Dan  aku berlindung pula kepada-Mu, ya Tuhan kami dari kedatangan mereka  kepadaku.&#8221; (OS. Al-Mukminun: 97-98).</div>
<div>
<p>Penjelasan:<br />
Doa di atas  dibaca dalam berbagai keadaan agar selamat dari tipu daya syathan, baik  dalam beramal maupun dalam pergaulan. Dan doa diatas merupakan perintah  Allah agar kita memperbanyak membacanya ketika terjadi musibah. (QS.  Al-Mukminun ayat 93-94).</p>
<p><strong>Do&#8217;a Mohon Kemuliaan</strong></p>
</div>
</div>
</div>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://photos1.blogger.com/img/277/5702/320/019AlQuran2.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p><strong><em>Rabbanaashrif  &#8216;annaa &#8216;adzaaba jahannama inna &#8216;dzaabaha kaana gharaamaa</em></strong></p>
<p>Artinya:  &#8220;Ya Tuhan kami, jauhkanlah adzab Jahanam dari kami, Sungguh &#8216;adzab itu  adalah kebinasaan yang kekal.&#8221; (QS. Al-Furq?n: 65).</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://photos1.blogger.com/img/277/5702/320/021AlQuran2.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p><strong><em>Rabbana hablanaa min azwaa jinaa wadzurriyatinaa qurrata a&#8217;yuun, waj &#8216;alnaa lilmuttaqiina imaamaa</em></strong></p>
<p>Artinya:  &#8220;Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan  kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami imam (pemimpin) bagi  orang-orang yang bertakwa.&#8221; (QS. Al-Furqon: 74).</p>
<p>Penjelasan:<br />
Dalam  Al-Quran dikisahkan, bahwa doa tersebut dibaca oleh orang-orang yang  senantiasa memuji dan menyucikannya. Mereka senantiasa berpegang teguh  pada etika Islam, beramal shalih, memperbanyak dzikir dan doa dalam  segala kesempatan.</p>
<!-- letsfxad_adsused_c= 4--><div class="shr-publisher-336"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majelismunajat.com/2011/04/doa-doa-pilihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Kita harus Selalu Berdo&#8217;a</title>
		<link>http://majelismunajat.com/2011/04/mengapa-kita-harus-selalu-berdoa/</link>
		<comments>http://majelismunajat.com/2011/04/mengapa-kita-harus-selalu-berdoa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Apr 2011 15:31:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MMOnline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar Do'a]]></category>
		<category><![CDATA[terkabulnya do'a]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majelismunajat.com/?p=332</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Dan Tuhan kamu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (berdoa) akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina.&#8221; ” (QS Al-Ghafir [40]: 60). Orang yang berdoa kepada Allah SWT tidak akan pernah sia-sia. Allah swt akan mengabulkan setiap doa dari hamba-hambanya. Karena Allah SWT sangat dekat dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><em>&#8220;Dan Tuhan kamu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (berdoa) akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina.&#8221; ”</em> (QS Al-Ghafir [40]: 60).</p>
<p><a href="http://majelismunajat.com/wp-content/uploads/2011/04/doa.jpeg"><img src="http://majelismunajat.com/wp-content/uploads/2011/04/doa-225x300.jpg" alt="" title="do&#039;a" width="225" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-333" /></a>Orang yang berdoa kepada Allah SWT tidak akan pernah sia-sia. Allah swt akan mengabulkan setiap doa dari hamba-hambanya. Karena Allah SWT sangat dekat dengan kita. Dan Ia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Sementara orang-orang yang tidak pernah berdoa kepada Allah swt adalah orang-orang yang sombong. Kelak mereka akan masuk neraka jahanam.</p>
<p><em>“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku dan hendaklah mereka beriman kepadaku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”</em> (QS Al-Baqarah [2]: 186).</p>
<p>Namun tidak setiap orang doanya didengar oleh Allah swt, melainkan hanya orang-orang yang dikehendaki-Nya saja, yaitu; orang-orang yang beriman kepada-Nya, serta memenuhi segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda ”Apabila seorang Muslim berdoa dan tidak memohon sesuatu yang berdosa atau pemutusan kerabat, maka akan dikabulkan oleh Allah SWT satu dari tiga perkara: Akan dikabulkan doanya, atau ditunda untuk disimpan (sebagai pahala) dia akhirat, atau menghilangkan daripadanya keburukan yang semisalnya.” (Al Hadis).</p>
<p>Sebagai seorang Muslim, dalam berdoa hendaklah kita jangan pernah berputus asa dan berburuk sangka kepada Allah swt. karena kita merasa doa kita tidak didengar atau tidak di kabulkan oleh-Nya.</p>
<p>Sejatinya seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW, bahwasanya Allah swt akan mengabulkan doa seorang muslim selama doa itu baik. Kalaupun tidak terlaksana bukan berati tidak dikabulkan. Bisa jadi ditangguhkan masanya, atau diganti dengan pahala di akhirat kelak. Dan bisa jadi doa yang kita panjatkan dijadikan sebagai penolak bala atas kita. Doa tersebut menjadi pengganti dari sesuatu yang buruk yang akan menimpa kita menjadi sesuatu yang baik. Artinya usaha kita dalam berdoa tidak ada yang sia-sia di sisi Allah swt.</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda, <em>“Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah swt melebihi doa.”</em> (HR Tirmidzi).</p>
<p>Biar bagaimanapun derajat doa di sisi Allah tetap menjadi yang utama. Allah swt sangat senang kepada hamba-hamba-Nya yang senantiasa berdoa dan memohon kepada-Nya. Sebaliknya, Allah membenci orang yang sombong yang jarang atau tidak pernah berdoa kepada Nya.</p>
<p>Oleh sebab itu, marilah kita senantiasa berdo&#8217;a dengan penuh keikhlasan dan keyakinan bahwa Allah  akan mengabulkan dan mendengar doa kita.<br />
Sumber Republika</p>
<!-- letsfxad_adsused_c= 4--><div class="shr-publisher-332"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majelismunajat.com/2011/04/mengapa-kita-harus-selalu-berdoa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Do&#8217;a untuk Terhindar dari Bahaya</title>
		<link>http://majelismunajat.com/2009/10/doa-untuk-terhindar-dari-bahaya/</link>
		<comments>http://majelismunajat.com/2009/10/doa-untuk-terhindar-dari-bahaya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 14:03:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MMOnline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar Do'a]]></category>
		<category><![CDATA[do'a benteng bahaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majelismunajat.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[Rasulullah SAW mengajarkan kita satu doa di bawah ini bila dibaca tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka kita akan terhindar dari segala kemudaratan (bahaya) disepanjang hari tersebut. Faedah membaca do&#8217;a tersebut adalah: &#62;Terhindar dari Bahaya Terutama bila kita hendak melakukan satu perjalanan baik dekat maupun jauh, do&#8217;a tersebut dapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div><span>Rasulullah SAW mengajarkan kita satu doa di bawah ini bila dibaca tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka kita akan terhindar dari segala kemudaratan (bahaya) disepanjang hari tersebut. </span></div>
<div><span><br />
</span></div>
<div style="text-align: center;"><span><img src="http://www.darussyifa.org/images/ayatpengerak_01.jpg" border="0" alt="" width="500" height="174" /></span></div>
<div></div>
<div></div>
<div><span><strong>Faedah membaca do&#8217;a tersebut adalah:</strong></span></div>
<div></div>
<div></div>
<div><span><strong>&gt;Terhindar dari Bahaya</strong></span></div>
<div><span>Terutama bila kita hendak melakukan satu perjalanan baik dekat maupun jauh, do&#8217;a tersebut dapat kita baca 7 kali. </span></div>
<div></div>
<div></div>
<div><span><strong>&gt;Terhindar dari Bahaya Makanan</strong></span></div>
<div><span>Makanan dan minuman yang kita konsumsi mungkin saja ada yang mengandung racun atau bahan kimia berbahaya. Kita baca do&#8217;a tersebut 3 kali setiap sebelum makan, insya Alloh makanan atau minuman tersebut tidak akan mengakibatkan kita sakit atau menderita penyakit yang diakibatkannya</span></div>
<div></div>
<div></div>
<div><span><strong>&gt;Terhindar dari Sihir</strong></span><span> </span></div>
<div><span>Dengan membaca do&#8217;a tersebut, insya Alloh kita akan senantiasa terhindar dari sihir, gendam, pelet, dan sejenisnya yang mungkin saja diarahkan kepada kita oleh orang-orang yang (akan) berbuat jahat kepada kita.</span></div>
<p><span><strong>&gt;Terhindar dari  Gangguan Makhluk Halus</strong></span></p>
<p><span>Untuk kita yang dihinggapi rasa takut bila berada di rumah sendiri, di tempat angker, di hutan, di bangunan tua dan kosong dan sejenisnya, do&#8217;a tersebut dapat melindungi kita dari gangguan makhluk halus.</span></p>
<!-- letsfxad_adsused_c= 4--><div class="shr-publisher-206"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majelismunajat.com/2009/10/doa-untuk-terhindar-dari-bahaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

