Yang Perlu Diketahui tentang Sahur

By at 7 August, 2010, 4:43 pm

1. Hukum Sahur

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW memerintahkan –dengan perintah yang sangat ditekankan:
“Barang siapa yang mau berpuasa, hendaklah sahur dengan sesuatu”. “Makan sahurlah kalian karena dalam sahur ada barokah” (Hadits Riwayat Bukhari-Muslim, dari Anas)

Kemudian Beliau menjelaskan tingginya nilai sahur bagi umat-Nya: “Pembeda antara puasa kami dan Ahlul Kitab adalah makan sahur”

Nabi SAW melarang umat-Nya meninggalkan sahur: “Sahur adalah makanan yang barokah, janganlah kalian tinggalkan walaupun hanya meminum seteguk air karena Allah SWT dan malaikat-Nya memberi shalawat kepada orang-orang sahur”. “Sahurlah kalian, walaupun dengan seteguk air”

Jadi sahur hukumnya sunnah (dan sangat dianjurkan) dilakukan bagi orang yang berpuasa.

2. Keutamaan Sahur
A. Makan Sahur adalah Barokah

Dari Salman Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda: “Barokah itu ada pada tiga perkara, yaitu: Al-Jamaah, Ats-Tsarid dan makan sahur”.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT menjadikan barokah pada makan sahur dan takarannya”.

Dari Abdullah bin Al-Harits dari seorang sahabat Rasulullah SAW: aku masuk menemui Nabi SAW ketika Beliau sedang makan sahur, dan Beliau bersabda: “Sesungguhnya makan sahur adalah barokah yang Allah SWT berikan kepada kalian, maka janganlah kalian meninggalkannya” (Hadits Riwayat Nasa’I dan Ahmad).

Oleh karena itu Rasulullah SAW menamakan makan sahur dengan makan pagi yang diberkahi, “Marilah menuju makan pagi yang diberkahi, yakni sahur”. (Hadits Al-Irbath bin Syariyah dan Abu Darda RA).

Dari beberapa riwayat di atas jelas bahwa keberadaan sahur adalah merupakan barokah. Dengan makan sahur maka kita mengikuti sunnah, menguatkan dalam berpuasa, menambah semangat untuk berpuasa karena merasa ringan.

Makan sahur juga membedakan puasa kita dengan puasa Ahlul Kitab, karena mereka tidak melakukan makan sahur ketika berpuasa.

B. Allah SWT dan Malaikat-Nya Bershalawat Kepada Orang-orang yang Sahur.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri RA, Rasulullah SAW bersabda: “Sahur itu makanan yang barokah, janganlah kalian meninggalkannya walaupun hanya meneguk seteguk air, karena Allah SWT dan Malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang sahur”. Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya tidak menyia-nyiakan pahala yang besar ini.

Rasulullah SAW juga bersabda: “Sebaik-baik sahurnya seorang mukmin adalah korma”.

Tetapi barangsiapa yang tidak menemukan korma, hendaknya ia bersungguh-sungguh untuk bersahur walau hanya dengan meneguk seteguk air.

3. Mengakhirkan Sahur

Disunnahkan mengakhirkan sahur hingga sesaat sebelum fajar karena Nabi SAW dan Zaid bin Tsabit RA melakukan sahur dan ketika selesai makan sahur Nabi SAW bangkit untuk shalat subuh. Jarak atau selang waktu antara sahur dan masuknya shalat kira-kira lamanya seseorang membaca lima puluh ayat Al-qur’an.

Anas RA dari Zaid bin Tsabit RA: “Kami makan sahur bersama Rasulullah SAW kemudian beliau shalat”, aku bertanya (kata Anas): “Berapa lama jarak antara adzan dan sahur?” Zaid menjawab: “Kira-kira 50 ayat bacaan Al-qur’an”.

Artikel Lain yang Perlu Dibaca

Categories : Seputar Puasa


No comments yet.

Silahkan tulis Kesan,Pesan atau Pertanyaan Anda di box bawah ini:

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes