<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Amalan Sholawat Nariyah</title>
	<atom:link href="http://majelismunajat.com/2009/10/amalan-sholawat-nariyah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://majelismunajat.com/2009/10/amalan-sholawat-nariyah/</link>
	<description>Mengamalkan Tahajud, Dzikir dan Dhuha</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Jan 2012 02:36:01 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: Abu Dhabi</title>
		<link>http://majelismunajat.com/2009/10/amalan-sholawat-nariyah/comment-page-1/#comment-142</link>
		<dc:creator>Abu Dhabi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jun 2011 00:54:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majelismunajat.com/?p=103#comment-142</guid>
		<description>syukran yaa ustadz, shalawat ini yg dibenci beberapa kalangan sebagai bid&#039;ah seperti beberapa kalangan di saudi (ada raja bahkan keturunan yahudi) dll, lebih membiarkan orang2 untuk mendengar musik dan bernyanyi cinta dunia, tidak rela thd keturunan Nabi SAW dan tak rela untuk tersebarnya shalawat kpd Nabi SAW</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>syukran yaa ustadz, shalawat ini yg dibenci beberapa kalangan sebagai bid&#8217;ah seperti beberapa kalangan di saudi (ada raja bahkan keturunan yahudi) dll, lebih membiarkan orang2 untuk mendengar musik dan bernyanyi cinta dunia, tidak rela thd keturunan Nabi SAW dan tak rela untuk tersebarnya shalawat kpd Nabi SAW</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: warnet</title>
		<link>http://majelismunajat.com/2009/10/amalan-sholawat-nariyah/comment-page-1/#comment-138</link>
		<dc:creator>warnet</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 May 2011 02:00:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majelismunajat.com/?p=103#comment-138</guid>
		<description>Ada penjelasan yg masuk akal tentang shalawat nariyah, semoga bermanfaat;
http://muslim.or.id/aqidah/shalawat-nariyah.html/comment-page-7#comments</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ada penjelasan yg masuk akal tentang shalawat nariyah, semoga bermanfaat;<br />
<a href="http://muslim.or.id/aqidah/shalawat-nariyah.html/comment-page-7#comments" rel="nofollow">http://muslim.or.id/aqidah/shalawat-nariyah.html/comment-page-7#comments</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abab</title>
		<link>http://majelismunajat.com/2009/10/amalan-sholawat-nariyah/comment-page-1/#comment-121</link>
		<dc:creator>abab</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Mar 2011 06:27:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majelismunajat.com/?p=103#comment-121</guid>
		<description>hanya allah lah yng maha tahu segalanya,,kita hnya mengira2,kalau namanya shalawat itu pasti baik,.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hanya allah lah yng maha tahu segalanya,,kita hnya mengira2,kalau namanya shalawat itu pasti baik,.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aqil Azizi</title>
		<link>http://majelismunajat.com/2009/10/amalan-sholawat-nariyah/comment-page-1/#comment-94</link>
		<dc:creator>Aqil Azizi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Jan 2011 16:42:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majelismunajat.com/?p=103#comment-94</guid>
		<description>Benarkah Pengarang Shalawat Nariyah adalah seorang sahabat Nabi?

Dalam sebuah tulisan di internet, disebutkan:

Sholawat Nariyah adalah sebuah sholawat yang disusun oleh Syekh Nariyah. Syekh yang satu ini hidup pada jaman Nabi Muhammad sehingga termasuk salah satu sahabat nabi.

Beliau lebih menekuni bidang ketauhidan. Syekh Nariyah selalu melihat kerja keras nabi dalam menyampaikan wahyu Allah, mengajarkan tentang Islam, amal saleh dan akhlaqul karimah sehingga syekh selalu berdoa kepada Allah memohon keselamatan dan kesejahteraan untuk nabi. Doa-doa yang menyertakan nabi biasa disebut sholawat dan syekh nariyah adalah salah satu penyusun sholawat nabi yang disebut sholawat nariyah. 

Suatu malam syekh nariyah membaca sholawatnya sebanyak 4444 kali. Setelah membacanya, beliau mendapat karomah dari Allah. Maka dalam suatu majelis beliau mendekati Nabi Muhammad dan minta dimasukan surga pertama kali bersama nabi. Dan Nabi pun mengiyakan. Ada seseorang sahabat yang cemburu dan lantas minta didoakan yang sama seperti syekh nariyah. Namun nabi mengatakan tidak bisa karena syekh nariyah sudah minta terlebih dahulu.

Mengapa sahabat itu ditolak nabi? dan justru syekh nariyah yang bisa? Para sahabat itu tidak mengetahui mengenai amalan yang setiap malam diamalkan oleh syekh nariyah yaitu mendoakan keselamatan dan kesejahteraan nabinya. Orang yang mendoakan Nabi Muhammad pada hakekatnya adalah mendoakan untuk dirinya sendiri karena Allah sudah menjamin nabi-nabiNya sehingga doa itu akan berbalik kepada si pengamalnya dengan keberkahan yang sangat kuat. (http://www.indospiritual.com)

Kesimpulan, pengarang Shalawat Nariyah konon seorang bernama Syekh Nariyah, dan dia. termasuk Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah dijamin masuk surga oleh beliau.

Sebagai seorang Muslim mestinya tidak begitu saja menerima apa yang disampaikan padanya, tanpa klarifikasi dan penelitian, apalagi jika berkenaan dengan permasalahan agama.

Sekurang-kurangnya ada dua poin yang perlu dicermati dari cerita di atas :
1.	Benarkah ada Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bernama Syekh Nariyah ?
2.	Dimanakah sumber kisah tentang Sahabat tersebut ? Dan adakah sanad (mata rantai periwayatan) nya ?

Adapun berkenaan dengan poin pertama, perlu diketahui bahwa biografi para Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mendapatkan perhatian ekstra dari para Ulama Islam. Begitu banyak kitab yang mereka tulis untuk mengupas biografi para sahabat. Ada referensi yang ditulis untuk memaparkan biografi para sahabat beserta para Ulama sesudah mereka hingga zaman penulis, adapula referensi yang ditulis khusus untuk menceritakan biografi para sahabat saja. Diantara contoh model pertama : Hilyatul Auliya’ karya al-Hafizh Abu Nu’aim al-Asfahani (336-430 H) dan Tahdzibul Kamal karya al-Hafizh Abul Hajjaj al-Mizzi (654-742 H). Adapun contoh model kedua, seperti : a1-Isti’ab fi Ma’rifati1 Ash-hab karya al-Hafizh Ibn ‘Abdil Bar (368-463 H) dan al-Ishabatu fi Tamyizish Shahabah karya al-Hafizh Ibn Hajar al-’Asqalani (773-852 H).

Setelah meneliti berbagai kitab di atas dan juga referensi biografi lainnya, yang biasa diistilahkan para Ulama dengan kutubut tarajim wa ath-thabaqat, ternyata tidak dijumpai seorang pun di antara Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang bernama Nariyah. Bahkan sepengetahuan kami, tidak ada seorang pun Ulama klasik yang memiliki nama tersebut. Lalu, dari manakah orang tersebut berasal ??

Sebenarnya, orang yang sedikit terbiasa membaca kitab Ulama, hanya dengan melihat nama tersebut beserta ‘gelar’ syaikh di depannya, akan langsung ragu bahwa orang tersebut benar-benar Sahabat Nabi. Karena penyematan ‘gelar’ syaikh di depan nama Sahabat -sepengetahuan kami- bukanlah kebiasaan para Ulama dan juga bukan istilah yang lazim mereka pakai, sehingga terasa begitu janggal di telinga.

Kesimpulannya : berdasarkan penelaahan kami, tidak ada sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang bernama Syekh Nariyah. Jadi penisbatan shalawat tersebut terhadap, Sahabat sangat perlu untuk dipertanyakan dan amat diragukan keabsahannya.

Adapun poin kedua, amat disayangkan penulis makalah di internet tersebut tidak menyebutkan sanad (mata rantai periwayatan) kisah yang ia bawakan, atau minimal mengisyaratkan rujukannya dalam menukil kisah tersebut. Andaikan ia mau menyebutkan salah satu dari dua hal di atas niscaya kita akan berusaha melacak keabsahan kisah tersebut, dengan meneliti para perawinya, atau merujuk kepada kitab aslinya. Atau barangkali kisah di atas merupakan dongeng buah pena penulis tersebut ? Jika, ya, maka kisah tersebut tidak ada nilainya; karena kisah fiksi, alias kisah yang tidak pernah terjadi !

Amat disayangkan, dalam hal yang berkaitan dengan agama, tidak sedikit kaum Muslimin sering menelan mentah-mentah suatu kisah yang ia temukan di sembarang buku dan internet, atau kisah yang diceritakan oleh tetangga, teman, guru dan kenalan, tanpa merasa perlu untuk mengcrosscek keabsahannya. Seakan-akan kisah itu mutlak benar terjadi! Padahal kenyataannya seringkali tidak demikian.

Untuk memfilter kisah-kisah palsu dan yang lainnya, Islam memiliki sebuah keistimewaan yang tidak dimiliki agama lain, yaitu : Islam memiliki sanad (mata rantai periwayatan). Demikian keterangan yang disampaikan Ibn Hazm (384-456 H) dalam al-Fishal (Lihat, al-Fishal fi Al-Milal wa al-Ahwa’ wa an-Nihal (2/221).) dan Ibnu Taimiyyah (661-728 H).( Lihat, Majmu’ al-Fatawal (1/9).)
Imam ‘Abdullah bin al-Mubarak (118-181 H) pernah berkata, “Isnad adalah bagian dari agama. Jika tidak ada isnad, seseorang akan bebas mengatakan apa yang dikehendakinya.” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullah dalam mukadimah Shahihnya (1/15))

(Dinukil dari majalah As-Sunnah edisi 06/Thn. XIV/Dzulqa’dah 1431H/Oktober 2010)

Maka, barangsiapa yang mengatakan bahwa Shalawat Nariyah adalah shalawat bikinan shahabat Nabi, hendaknya dia menunjukkan bukti yang bisa dipertanggung-jawabkan secara ilmiah dan agama.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Benarkah Pengarang Shalawat Nariyah adalah seorang sahabat Nabi?</p>
<p>Dalam sebuah tulisan di internet, disebutkan:</p>
<p>Sholawat Nariyah adalah sebuah sholawat yang disusun oleh Syekh Nariyah. Syekh yang satu ini hidup pada jaman Nabi Muhammad sehingga termasuk salah satu sahabat nabi.</p>
<p>Beliau lebih menekuni bidang ketauhidan. Syekh Nariyah selalu melihat kerja keras nabi dalam menyampaikan wahyu Allah, mengajarkan tentang Islam, amal saleh dan akhlaqul karimah sehingga syekh selalu berdoa kepada Allah memohon keselamatan dan kesejahteraan untuk nabi. Doa-doa yang menyertakan nabi biasa disebut sholawat dan syekh nariyah adalah salah satu penyusun sholawat nabi yang disebut sholawat nariyah. </p>
<p>Suatu malam syekh nariyah membaca sholawatnya sebanyak 4444 kali. Setelah membacanya, beliau mendapat karomah dari Allah. Maka dalam suatu majelis beliau mendekati Nabi Muhammad dan minta dimasukan surga pertama kali bersama nabi. Dan Nabi pun mengiyakan. Ada seseorang sahabat yang cemburu dan lantas minta didoakan yang sama seperti syekh nariyah. Namun nabi mengatakan tidak bisa karena syekh nariyah sudah minta terlebih dahulu.</p>
<p>Mengapa sahabat itu ditolak nabi? dan justru syekh nariyah yang bisa? Para sahabat itu tidak mengetahui mengenai amalan yang setiap malam diamalkan oleh syekh nariyah yaitu mendoakan keselamatan dan kesejahteraan nabinya. Orang yang mendoakan Nabi Muhammad pada hakekatnya adalah mendoakan untuk dirinya sendiri karena Allah sudah menjamin nabi-nabiNya sehingga doa itu akan berbalik kepada si pengamalnya dengan keberkahan yang sangat kuat. (<a href="http://www.indospiritual.com" rel="nofollow">http://www.indospiritual.com</a>)</p>
<p>Kesimpulan, pengarang Shalawat Nariyah konon seorang bernama Syekh Nariyah, dan dia. termasuk Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah dijamin masuk surga oleh beliau.</p>
<p>Sebagai seorang Muslim mestinya tidak begitu saja menerima apa yang disampaikan padanya, tanpa klarifikasi dan penelitian, apalagi jika berkenaan dengan permasalahan agama.</p>
<p>Sekurang-kurangnya ada dua poin yang perlu dicermati dari cerita di atas :<br />
1.	Benarkah ada Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bernama Syekh Nariyah ?<br />
2.	Dimanakah sumber kisah tentang Sahabat tersebut ? Dan adakah sanad (mata rantai periwayatan) nya ?</p>
<p>Adapun berkenaan dengan poin pertama, perlu diketahui bahwa biografi para Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mendapatkan perhatian ekstra dari para Ulama Islam. Begitu banyak kitab yang mereka tulis untuk mengupas biografi para sahabat. Ada referensi yang ditulis untuk memaparkan biografi para sahabat beserta para Ulama sesudah mereka hingga zaman penulis, adapula referensi yang ditulis khusus untuk menceritakan biografi para sahabat saja. Diantara contoh model pertama : Hilyatul Auliya’ karya al-Hafizh Abu Nu’aim al-Asfahani (336-430 H) dan Tahdzibul Kamal karya al-Hafizh Abul Hajjaj al-Mizzi (654-742 H). Adapun contoh model kedua, seperti : a1-Isti’ab fi Ma’rifati1 Ash-hab karya al-Hafizh Ibn ‘Abdil Bar (368-463 H) dan al-Ishabatu fi Tamyizish Shahabah karya al-Hafizh Ibn Hajar al-’Asqalani (773-852 H).</p>
<p>Setelah meneliti berbagai kitab di atas dan juga referensi biografi lainnya, yang biasa diistilahkan para Ulama dengan kutubut tarajim wa ath-thabaqat, ternyata tidak dijumpai seorang pun di antara Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang bernama Nariyah. Bahkan sepengetahuan kami, tidak ada seorang pun Ulama klasik yang memiliki nama tersebut. Lalu, dari manakah orang tersebut berasal ??</p>
<p>Sebenarnya, orang yang sedikit terbiasa membaca kitab Ulama, hanya dengan melihat nama tersebut beserta ‘gelar’ syaikh di depannya, akan langsung ragu bahwa orang tersebut benar-benar Sahabat Nabi. Karena penyematan ‘gelar’ syaikh di depan nama Sahabat -sepengetahuan kami- bukanlah kebiasaan para Ulama dan juga bukan istilah yang lazim mereka pakai, sehingga terasa begitu janggal di telinga.</p>
<p>Kesimpulannya : berdasarkan penelaahan kami, tidak ada sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang bernama Syekh Nariyah. Jadi penisbatan shalawat tersebut terhadap, Sahabat sangat perlu untuk dipertanyakan dan amat diragukan keabsahannya.</p>
<p>Adapun poin kedua, amat disayangkan penulis makalah di internet tersebut tidak menyebutkan sanad (mata rantai periwayatan) kisah yang ia bawakan, atau minimal mengisyaratkan rujukannya dalam menukil kisah tersebut. Andaikan ia mau menyebutkan salah satu dari dua hal di atas niscaya kita akan berusaha melacak keabsahan kisah tersebut, dengan meneliti para perawinya, atau merujuk kepada kitab aslinya. Atau barangkali kisah di atas merupakan dongeng buah pena penulis tersebut ? Jika, ya, maka kisah tersebut tidak ada nilainya; karena kisah fiksi, alias kisah yang tidak pernah terjadi !</p>
<p>Amat disayangkan, dalam hal yang berkaitan dengan agama, tidak sedikit kaum Muslimin sering menelan mentah-mentah suatu kisah yang ia temukan di sembarang buku dan internet, atau kisah yang diceritakan oleh tetangga, teman, guru dan kenalan, tanpa merasa perlu untuk mengcrosscek keabsahannya. Seakan-akan kisah itu mutlak benar terjadi! Padahal kenyataannya seringkali tidak demikian.</p>
<p>Untuk memfilter kisah-kisah palsu dan yang lainnya, Islam memiliki sebuah keistimewaan yang tidak dimiliki agama lain, yaitu : Islam memiliki sanad (mata rantai periwayatan). Demikian keterangan yang disampaikan Ibn Hazm (384-456 H) dalam al-Fishal (Lihat, al-Fishal fi Al-Milal wa al-Ahwa’ wa an-Nihal (2/221).) dan Ibnu Taimiyyah (661-728 H).( Lihat, Majmu’ al-Fatawal (1/9).)<br />
Imam ‘Abdullah bin al-Mubarak (118-181 H) pernah berkata, “Isnad adalah bagian dari agama. Jika tidak ada isnad, seseorang akan bebas mengatakan apa yang dikehendakinya.” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullah dalam mukadimah Shahihnya (1/15))</p>
<p>(Dinukil dari majalah As-Sunnah edisi 06/Thn. XIV/Dzulqa’dah 1431H/Oktober 2010)</p>
<p>Maka, barangsiapa yang mengatakan bahwa Shalawat Nariyah adalah shalawat bikinan shahabat Nabi, hendaknya dia menunjukkan bukti yang bisa dipertanggung-jawabkan secara ilmiah dan agama.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Amalan Sholawat Nariyah &#171; johanhenry</title>
		<link>http://majelismunajat.com/2009/10/amalan-sholawat-nariyah/comment-page-1/#comment-90</link>
		<dc:creator>Amalan Sholawat Nariyah &#171; johanhenry</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Dec 2010 09:10:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majelismunajat.com/?p=103#comment-90</guid>
		<description>[...]  Amalan Sholawat Nariyah  [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...]  Amalan Sholawat Nariyah  [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ali r</title>
		<link>http://majelismunajat.com/2009/10/amalan-sholawat-nariyah/comment-page-1/#comment-81</link>
		<dc:creator>ali r</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Oct 2010 00:38:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majelismunajat.com/?p=103#comment-81</guid>
		<description>tapi kalo aku masih tetap lebih cinta sholawat ajaran Rasulullah.
Meskipun tidak ada rumusan tertentu tentang shalawat kepada Nabi Muhammad Saw., namun  salah satu ucapan shalawat terbaik adalah seperti disebutkan di dalam Shahih Bukhari, yang dikenal dengan Shalawat Ibrahimiyah:
Allahumma salli ^ala Muhammad, wa ^ala &#039;Ali Muhammad, kama sallayta ^ala ‘Ibrahim, wa ^ala &#039;Ali ‘Ibrahim. ‘Innaka Hamidum Majid. Allahumma barik ^ala Muhammad, wa ^ala &#039;Ali Muhammad, kama barakta ^ala ‘Ibrahim, wa^ala &#039;Ali ‘Ibrahim. ‘Innaka Hamidum Majid.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tapi kalo aku masih tetap lebih cinta sholawat ajaran Rasulullah.<br />
Meskipun tidak ada rumusan tertentu tentang shalawat kepada Nabi Muhammad Saw., namun  salah satu ucapan shalawat terbaik adalah seperti disebutkan di dalam Shahih Bukhari, yang dikenal dengan Shalawat Ibrahimiyah:<br />
Allahumma salli ^ala Muhammad, wa ^ala &#8216;Ali Muhammad, kama sallayta ^ala ‘Ibrahim, wa ^ala &#8216;Ali ‘Ibrahim. ‘Innaka Hamidum Majid. Allahumma barik ^ala Muhammad, wa ^ala &#8216;Ali Muhammad, kama barakta ^ala ‘Ibrahim, wa^ala &#8216;Ali ‘Ibrahim. ‘Innaka Hamidum Majid.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ibnu yusuf</title>
		<link>http://majelismunajat.com/2009/10/amalan-sholawat-nariyah/comment-page-1/#comment-70</link>
		<dc:creator>ibnu yusuf</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 21:42:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majelismunajat.com/?p=103#comment-70</guid>
		<description>barang siapa yang rajin mengamalkan sholawat maka diakhirat kelak akan mendapat safaat dari rasul saw</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>barang siapa yang rajin mengamalkan sholawat maka diakhirat kelak akan mendapat safaat dari rasul saw</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rofiqi@</title>
		<link>http://majelismunajat.com/2009/10/amalan-sholawat-nariyah/comment-page-1/#comment-61</link>
		<dc:creator>Rofiqi@</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Aug 2010 00:50:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majelismunajat.com/?p=103#comment-61</guid>
		<description>sukran azizi pak kiyai,solawat nya begitu panjang  dan menggunakan bhsa indonesia tp yg ingin itu pakai bhsa arab nya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sukran azizi pak kiyai,solawat nya begitu panjang  dan menggunakan bhsa indonesia tp yg ingin itu pakai bhsa arab nya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

