Amalan Sholawat Nariyah

By at 9 October, 2009, 1:11 pm

Membaca shalawat nariyah adalah salah satu amalan yang disenangi orang-orang NU, di samping amalan-amalan lain semacam itu. Ada shalawat “thibbil qulub”, ada shalawat “tunjina”, dan masih banyak lagi. Belum lagi bacaan “hizib” dan “rawatib” yang tak terhitung banyaknya. Semua itu mendorong semangat keagamaan dan cinta kepada Rasulullah SAW sekaligus beribadah.

Salah satu hadits yang sangat populer yang membuat rajin kita membaca shalawat ialah bahwa Rasulullah SAW bersabda: Siapa membaca shalawat untukku, Allah akan membalasnya 10 kebaikan, diampuni 10 dosanya, dan ditambah 10 derajat baginya. Makanya, bagi orang-orang NU, setiap kegiatan keagamaan bisa disisipi bacaan shalawat dengan segala ragamnya.

Salah satu shalawat yang sangat populer ialah “shalawat badar”. Hampir setiap warga NU, dari anak kecil sampai kakek dan nenek, dapat dipastikan bisa melantunkan shalawat Badar. Bahkan saking populernya, orang bukan NU pun ikut hafal karena pagi, siang, malam, acara di mana dan kapan saja shalawat badar selalu dilantunkan bersama-sama.

Nah shalawat yang satu ini, “shalawat Nariyah”, tidak kalah populernya di kalangan warga NU. Khususnya bila menghadapi problem hidup yang sulit dipecahkan maka tidak ada jalan lain selain mengembalikan persoalan pelik itu kepada Allah. Dan Shalawat Nariyah adalah salah satu jalan mengadu kepada-Nya.

Berikut ini adalah bacaan shalawat nariyah:

“Allohumma sholli ’sholaatan kaamilatan wa sallim salaaman taaamman ‘ala sayyidina Muhammadinilladzi tanhallu bihil ‘uqodu wa tanfariju bihil qurobu wa tuqdho bihil hawaaiju wa tunalu bihir roghooibu wa husnul khowaatimu wa yustasqol ghomamu biwajhihil kariem wa ‘ala aalihi wa shohbihi fie kulli lamhatin wa nafasim bi’adadi kulli ma’lummin lak”

Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau.

Dalam kitab Khozinatul Asror (hlm. 179) dijelaskan, “Salah satu shalawat yang mustajab ialah Shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah, yang disebut orang Maroko dengan Shalawat Nariyah karena jika mereka (umat Islam) mengharapkan apa yang dicita-citakan, atau ingin menolak yang tidak disukai mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca shalawat nariyah ini sebanyak 4444 kali, tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat (bi idznillah).”

“Shalawat ini juga oleh para ahli yang tahu rahasia alam diyakini sebagai kunci gudang yang mumpuni:. .. Dan imam Dainuri memberikan komentarnya: Siapa membaca shalawat ini sehabis shalat (Fardhu) 11 kali digunakan sebagai wiridan maka rizekinya tidak akan putus, di samping mendapatkan pangkat kedudukan dan tingkatan orang kaya.”

Hadits riwayat Ibnu Mundah dari Jabir mengatakan: Rasulullah SAW bersabda: Siapa membaca shalawat kepadaku sehari 100 kali (dalam riwayat lain): Siapa membaca shalawal kepadaku 100 kali maka Allah akan mengijabahi 100 kali hajatnya; 70 hajatnya di akhirat, dan 30 di dunia… Dan hadits Rasulullah yang mengatakan; Perbanyaklah shahawat kepadaku karena dapat memecahkan masalah dan menghilangkan kesedihan. Demikian seperti tertuang dalam kitab an-Nuzhah yang dikutib juga dalam Khozinatul Asror.

Diriwayatkan juga Rasulullah di alam barzakh mendengar bacaan shalawat dan salam dan dia akan menjawabnya sesuai jawaban yang terkait dari salam dan shalawat tadi. Seperti tersebut dalam hadits, beliau bersabda: Hidupku, juga matiku, lebih baik dari kalian. Kalian membicarakan dan juga dibicarakan, amal­-amal kalian disampaikan kepadaku, jika saya tahu amal itu baik, aku memujii Allah, tetapi kalau buruk aku mintakan ampun kepada Allah. Hadits riwayat al-Hafizh Ismail al­Qadhi, dalam bab Shalawat ‘ala an-Naby. Imam Haitami menyebutkan dalam kitab Majma’ az-Zawaid, ia menganggap shahih hadits di atas.

Hal ini jelas bahwa Rasulullah memintakan ampun umatnya di alam barzakh. Istighfar adalah doa, dan doa untuk umatnya pasti bermanfaat. Ada lagi hadits lain: Rasulullah bersabda: Tidak seorang pun yang memberi salam kepadaku kecuali Allah akan menyampaikan kepada ruhku sehingga aku bisa mennjawab salam itu. (HR Abu Dawud dari Abu Hurairah. Ada di kitab Imam an-Nawawi, dan sanadnya shahih).

KH Munawir Abdul Fattah
Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta

Categories : Seputar Sholawat


Trackbacks & Pingbacks

Comments
Rofiqi@ August 2, 2010

sukran azizi pak kiyai,solawat nya begitu panjang dan menggunakan bhsa indonesia tp yg ingin itu pakai bhsa arab nya.

ibnu yusuf August 27, 2010

barang siapa yang rajin mengamalkan sholawat maka diakhirat kelak akan mendapat safaat dari rasul saw

ali r October 12, 2010

tapi kalo aku masih tetap lebih cinta sholawat ajaran Rasulullah.
Meskipun tidak ada rumusan tertentu tentang shalawat kepada Nabi Muhammad Saw., namun salah satu ucapan shalawat terbaik adalah seperti disebutkan di dalam Shahih Bukhari, yang dikenal dengan Shalawat Ibrahimiyah:
Allahumma salli ^ala Muhammad, wa ^ala ‘Ali Muhammad, kama sallayta ^ala ‘Ibrahim, wa ^ala ‘Ali ‘Ibrahim. ‘Innaka Hamidum Majid. Allahumma barik ^ala Muhammad, wa ^ala ‘Ali Muhammad, kama barakta ^ala ‘Ibrahim, wa^ala ‘Ali ‘Ibrahim. ‘Innaka Hamidum Majid.

Aqil Azizi January 17, 2011

Benarkah Pengarang Shalawat Nariyah adalah seorang sahabat Nabi?

Dalam sebuah tulisan di internet, disebutkan:

Sholawat Nariyah adalah sebuah sholawat yang disusun oleh Syekh Nariyah. Syekh yang satu ini hidup pada jaman Nabi Muhammad sehingga termasuk salah satu sahabat nabi.

Beliau lebih menekuni bidang ketauhidan. Syekh Nariyah selalu melihat kerja keras nabi dalam menyampaikan wahyu Allah, mengajarkan tentang Islam, amal saleh dan akhlaqul karimah sehingga syekh selalu berdoa kepada Allah memohon keselamatan dan kesejahteraan untuk nabi. Doa-doa yang menyertakan nabi biasa disebut sholawat dan syekh nariyah adalah salah satu penyusun sholawat nabi yang disebut sholawat nariyah.

Suatu malam syekh nariyah membaca sholawatnya sebanyak 4444 kali. Setelah membacanya, beliau mendapat karomah dari Allah. Maka dalam suatu majelis beliau mendekati Nabi Muhammad dan minta dimasukan surga pertama kali bersama nabi. Dan Nabi pun mengiyakan. Ada seseorang sahabat yang cemburu dan lantas minta didoakan yang sama seperti syekh nariyah. Namun nabi mengatakan tidak bisa karena syekh nariyah sudah minta terlebih dahulu.

Mengapa sahabat itu ditolak nabi? dan justru syekh nariyah yang bisa? Para sahabat itu tidak mengetahui mengenai amalan yang setiap malam diamalkan oleh syekh nariyah yaitu mendoakan keselamatan dan kesejahteraan nabinya. Orang yang mendoakan Nabi Muhammad pada hakekatnya adalah mendoakan untuk dirinya sendiri karena Allah sudah menjamin nabi-nabiNya sehingga doa itu akan berbalik kepada si pengamalnya dengan keberkahan yang sangat kuat. (http://www.indospiritual.com)

Kesimpulan, pengarang Shalawat Nariyah konon seorang bernama Syekh Nariyah, dan dia. termasuk Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah dijamin masuk surga oleh beliau.

Sebagai seorang Muslim mestinya tidak begitu saja menerima apa yang disampaikan padanya, tanpa klarifikasi dan penelitian, apalagi jika berkenaan dengan permasalahan agama.

Sekurang-kurangnya ada dua poin yang perlu dicermati dari cerita di atas :
1. Benarkah ada Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bernama Syekh Nariyah ?
2. Dimanakah sumber kisah tentang Sahabat tersebut ? Dan adakah sanad (mata rantai periwayatan) nya ?

Adapun berkenaan dengan poin pertama, perlu diketahui bahwa biografi para Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mendapatkan perhatian ekstra dari para Ulama Islam. Begitu banyak kitab yang mereka tulis untuk mengupas biografi para sahabat. Ada referensi yang ditulis untuk memaparkan biografi para sahabat beserta para Ulama sesudah mereka hingga zaman penulis, adapula referensi yang ditulis khusus untuk menceritakan biografi para sahabat saja. Diantara contoh model pertama : Hilyatul Auliya’ karya al-Hafizh Abu Nu’aim al-Asfahani (336-430 H) dan Tahdzibul Kamal karya al-Hafizh Abul Hajjaj al-Mizzi (654-742 H). Adapun contoh model kedua, seperti : a1-Isti’ab fi Ma’rifati1 Ash-hab karya al-Hafizh Ibn ‘Abdil Bar (368-463 H) dan al-Ishabatu fi Tamyizish Shahabah karya al-Hafizh Ibn Hajar al-’Asqalani (773-852 H).

Setelah meneliti berbagai kitab di atas dan juga referensi biografi lainnya, yang biasa diistilahkan para Ulama dengan kutubut tarajim wa ath-thabaqat, ternyata tidak dijumpai seorang pun di antara Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang bernama Nariyah. Bahkan sepengetahuan kami, tidak ada seorang pun Ulama klasik yang memiliki nama tersebut. Lalu, dari manakah orang tersebut berasal ??

Sebenarnya, orang yang sedikit terbiasa membaca kitab Ulama, hanya dengan melihat nama tersebut beserta ‘gelar’ syaikh di depannya, akan langsung ragu bahwa orang tersebut benar-benar Sahabat Nabi. Karena penyematan ‘gelar’ syaikh di depan nama Sahabat -sepengetahuan kami- bukanlah kebiasaan para Ulama dan juga bukan istilah yang lazim mereka pakai, sehingga terasa begitu janggal di telinga.

Kesimpulannya : berdasarkan penelaahan kami, tidak ada sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang bernama Syekh Nariyah. Jadi penisbatan shalawat tersebut terhadap, Sahabat sangat perlu untuk dipertanyakan dan amat diragukan keabsahannya.

Adapun poin kedua, amat disayangkan penulis makalah di internet tersebut tidak menyebutkan sanad (mata rantai periwayatan) kisah yang ia bawakan, atau minimal mengisyaratkan rujukannya dalam menukil kisah tersebut. Andaikan ia mau menyebutkan salah satu dari dua hal di atas niscaya kita akan berusaha melacak keabsahan kisah tersebut, dengan meneliti para perawinya, atau merujuk kepada kitab aslinya. Atau barangkali kisah di atas merupakan dongeng buah pena penulis tersebut ? Jika, ya, maka kisah tersebut tidak ada nilainya; karena kisah fiksi, alias kisah yang tidak pernah terjadi !

Amat disayangkan, dalam hal yang berkaitan dengan agama, tidak sedikit kaum Muslimin sering menelan mentah-mentah suatu kisah yang ia temukan di sembarang buku dan internet, atau kisah yang diceritakan oleh tetangga, teman, guru dan kenalan, tanpa merasa perlu untuk mengcrosscek keabsahannya. Seakan-akan kisah itu mutlak benar terjadi! Padahal kenyataannya seringkali tidak demikian.

Untuk memfilter kisah-kisah palsu dan yang lainnya, Islam memiliki sebuah keistimewaan yang tidak dimiliki agama lain, yaitu : Islam memiliki sanad (mata rantai periwayatan). Demikian keterangan yang disampaikan Ibn Hazm (384-456 H) dalam al-Fishal (Lihat, al-Fishal fi Al-Milal wa al-Ahwa’ wa an-Nihal (2/221).) dan Ibnu Taimiyyah (661-728 H).( Lihat, Majmu’ al-Fatawal (1/9).)
Imam ‘Abdullah bin al-Mubarak (118-181 H) pernah berkata, “Isnad adalah bagian dari agama. Jika tidak ada isnad, seseorang akan bebas mengatakan apa yang dikehendakinya.” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullah dalam mukadimah Shahihnya (1/15))

(Dinukil dari majalah As-Sunnah edisi 06/Thn. XIV/Dzulqa’dah 1431H/Oktober 2010)

Maka, barangsiapa yang mengatakan bahwa Shalawat Nariyah adalah shalawat bikinan shahabat Nabi, hendaknya dia menunjukkan bukti yang bisa dipertanggung-jawabkan secara ilmiah dan agama.

abab March 17, 2011

hanya allah lah yng maha tahu segalanya,,kita hnya mengira2,kalau namanya shalawat itu pasti baik,.

warnet May 10, 2011

Ada penjelasan yg masuk akal tentang shalawat nariyah, semoga bermanfaat;
http://muslim.or.id/aqidah/shalawat-nariyah.html/comment-page-7#comments

Abu Dhabi June 3, 2011

syukran yaa ustadz, shalawat ini yg dibenci beberapa kalangan sebagai bid’ah seperti beberapa kalangan di saudi (ada raja bahkan keturunan yahudi) dll, lebih membiarkan orang2 untuk mendengar musik dan bernyanyi cinta dunia, tidak rela thd keturunan Nabi SAW dan tak rela untuk tersebarnya shalawat kpd Nabi SAW

loman February 15, 2012

Bagi yang membenci solawat nariyah jangankan kelas orang awam ulama besar sekalipun kiya apalagi menghalang-halangi kegiatan solawatan nariyah pasti gak panjang umurnya pokoknya klo gak Mati ya Buta klo tidak buta pasti Lumpuh….
sdh banyak kejadian yang saya tahu.

hitam007@gmail.com March 13, 2012

saya seorang guru kursus,setiap kali saya menulis buku pelajaran selesai dapat uang pasti ada2 saja kejadiannya,entah anak sakit,tambah utang atau piring jatuh atau yang lainnya sehingga saya ini harus berbuat apa yang akan saya lakukan , saya sudah kerja keras tapi belum bisa mencukupi keluarga. tolong doang bagi sesama muslim skarang ini aku bingung ditagih utang kiri kanan.

syhab komarudin April 18, 2012

saya sangat berkesan dengan bacaan sholawat nariyah ini …… semoga menjadi amal yang tidak putus sampi akhirnanti…amiin

heri pekalongan August 11, 2012

Asalammu’alaikum,
Tdk bermaksud riya’, Saya sbg umat nabi saw jg insya Allah snantiasa mengamalkan shalawat di stiap slesai shalat & saat2 trtentu, namun sya lebih memilih/menyukai membaca shalawat dgn lafadz/bacaan yg diajarkan oleh nabi saw sendiri, krn pngikut ahlussunah wal jamaah yaitu jamaah yg mengikuti & mencintai sunnah2 nabi saw. Baca shalawat adlh sunnah, & mncukupkan dgn lafadz bcaan shalawat yg diajarkan nabi saw juga adlh sunnah.
Mngenai lafadz bcaan salawat tijani,nariyah,dsb, berdasar sumber apa bs dketahui fadilahnya bila dbaca sekian kali akan mdpat ini & itu??, sdngkan tiap amalan hrus brdasar Quran & hadits nabi saw.

Dan inilah bcaan shalawat andalan saya & kaum muslimin pda umumnya, yaitu,

SHALAWAT NABI SAW :
Dari Abu Mas’ud al-Badri r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. datang kepada kita dan kita semua sedang dalam majelisnya Sa’ad
bin ‘Ubadah, lalu Basyir bin Sa’ad berkata kepada beliau s.a.w.: “Allah menyuruh kita supaya kita membaca shalawat kepada
Tuan, ya Rasulullah, maka bagaimanakah cara kita mengucapkan shalawat kepada Tuan itu?” Rasulullah s.a.w. lalu diam, sehingga kita semua mengharapkan, alangkah baiknya kalau tadi-tadi Basyir tidak bertanya kepada beliau tentang hal itu. Kemudian Rasulullah s.a.w. bersabda: “Ucapkanlah:

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad. Kama shallaita ‘ala Ibrahim. Wabarik ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad. Kamabarakta ‘ala ali Ibrahim. Innaka hamidum majid. (Hadits Riwayat Shahih Muslim).

Dan fadilah dari bacaan tsb sesuai sabda nabi saw adlh : “Barangsiapa yang membaca shalawat kepadaku sekali shalawat, maka Allah akan memberikan kerahmatan padanya sepuluh kali dengan sebab sekali shalawat tadi.” (Riwayat Muslim)

Mari saudaraku, giatlah beribadah dgn landasan quran & sunnah, dan cukupkanlah dengan apa2 yg diajarkan Nabi Saw.
Wasalamu’alaikum.

gundul October 11, 2012

pokoknya kta jgn smpai umat islam berselisih faham dan akhirnya terjadi permusuhan oleh karena mempersoalkan tentang shalawat nabi dan rasul kita bersamsa,coba gini aja pokoknya setiap shalawat itu bagus dlm artian kita rindu dan sayang terhadap beliau,dibanding bernyanyi lagu dunia yg tidak ada faedahnya utk akherat. Trim’s …

gundul October 11, 2012

jangaN terlalu dibahas wahai saudaraku muslim terlalu jauh permasalahan shalawat kamilah/nariyah darimana asalnya yg pasti kita mndambakan syafa’at dari beliau dihari akherat nanti itu saja pengharapan kita yg paling utama ,

Taufik October 30, 2012

setahu saya shalawat nariyah tidak pernah diajarkan baik pada jaman nabi maupun jaman para saha bat, mungkin alangkah baiknya kalau kita mengamalkan shalawat yang memang benar-benar diajarkan oleh rasulullah, mengenai fadhilatnya yang katanya bisa ini..itu dasarnya dari mana … kalau kita simak maknanya kayanya semua berkat Nabi… dimana Allah nya… marilah kit a wahai saudaraku mengamalkan amalan-amalan yang memang diajarkan oleh Rasulullah, ingat agama kita Islam SUDAH SEMPURNA jangan kita tambah atau kita kurangi lagi… kalau Rasulullah saja tidak mengajarkan mengapa kita mengamalkannya…seakan-akan kita lebih tahu dari Rasulullah

sihono March 13, 2013

saya setuju dengan mas gundul tidak usah mempermasalahkan dari mana asal sholawat yang terpenting siapa saja yang mengamalkan sholawat dapat safa’at dari Nabi Muhammad saw di hari kiamat nanti

aBBAS March 23, 2013

Assalamu’alaikum. Maap pak Ustadz, sy sbg org awam bingung.
1. Kenapa banyak diantara kita yg bgt bersemangat mengamalkan sutau amalan yang tdk jelas sumbernya, sdg amalan yg jelas-jelas ada sumbernya banyak yg ditinggalkan?
2. Kenapa banyak diantara kt yg hobby melakukan shalawatan, puji-pujian, tahlilan, tdk mengindahkan kaidah membaca Al-quran yg benar (Tajwid), dan kalau mrk diingatkan ttg kesalahan membaca, mrk marah, dan berkata : “ENTE WAHABI YA?” Itulah jurus pamungkas yg sering digunakan utk membela diri dr kesalahan mrk. (Filosofinya : Menyerang adalah pertahan terbaik).
Mohon maap, dan trimakasih.

Ibnu March 23, 2013

@Abbas : Untung ada WAHABI Boss, bs dijadikan pelampiasan, kl mrk terpojok, he..he..

Berkah March 23, 2013

Assalamu’alaikum.
Perkenankan saya mengajukan beberapa pertanyaan terkait dengan artikel di atas.
Mohon pencerahannya.

Dalam kitab Khozinatul Asror (hlm. 179) dijelaskan, “Salah satu shalawat yang mustajab ialah Shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah, yang disebut orang Maroko dengan Shalawat Nariyah karena jika mereka (umat Islam) mengharapkan apa yang dicita-citakan, atau ingin menolak yang tidak disukai mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca shalawat nariyah ini sebanyak 4444 kali, tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat (bi idznillah).”
Pertanyaan :
1. Mereka yang berkumpul itu siapa? Kalau mereka orang biasa (bukan sahabat Nabi) apakah amalan mereka bisa dijadikan hujjah?
2. Angka 4444 itu angka kebetulan atau angka yang ditetapkan syari’at? Apakah amalan orang biasa yang dasarnya hanya kebetulan, bisa dijadikan hujjah?
3. Kalau angka 4444 itu angka yang ditetapkan syari’at, apakah Rasulullah memerintahkannya?
“Shalawat ini juga oleh para ahli yang tahu rahasia alam diyakini sebagai kunci gudang yang mumpuni:. .. Dan imam Dainuri memberikan komentarnya: Siapa membaca shalawat ini sehabis shalat (Fardhu) 11 kali digunakan sebagai wiridan maka rizekinya tidak akan putus, di samping mendapatkan pangkat kedudukan dan tingkatan orang kaya.”
Pertanyaan :
4..Apakah Nabi Muhammad tidak tahu rahasia alam, sehingga beliau tidak mengajarkan shalawat ini kepada para sahabat?
5. Rizki adalah masalah ghaib, yang hanya Allahlah yang mengetahui. Apakah kalau ada orang biasa mengatakan mendapat rizki karena membaca shalawat Nariyah, ucapan orang itu bisa dipercaya? Sedangkan Rasulullah sendiri tidak mengatakannya?

Silahkan tulis Kesan,Pesan atau Pertanyaan Anda di box bawah ini: